Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Menelusuri Lokasi PETI di Muara Emat Kerinci

 
Penelusuran di tengah hutan Muara Emat, wilayah adat Depati Muaro Langkap dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), memperlihatkan aktivitas yang diduga PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Lokasi ini bukan di pemukiman atau dekat perbatasan, melainkan benar-benar di jantung hutan. Namun, pencemaran yang ditimbulkan tidak berhenti di sana—air Sungai Penetai yang tercemar mengalir hingga ke wilayah Merangin, menodai ekosistem lintas kabupaten.  

Sungai yang seharusnya menjadi jalur kehidupan kini berubah keruh, membawa racun merkuri, Raksa dan sianida. Biota sungai mati, rantai makanan terganggu, dan hutan TNKS kehilangan daya dukungnya. Aktivitas yang diduga PETI ini ibarat “pisau haram” yang mengiris urat nadi hutan, merusak ekosistem yang selama ini dijaga oleh adat Depati sebagai warisan leluhur.  

Ironisnya, aparat sering hadir sebatas razia musiman. Begitu sorotan media padam, aktivitas kembali bergeliat. Sementara itu, hutan konservasi terus terkoyak, sungai terus tercemar, dan ekosistem perlahan runtuh.  

Jika dibiarkan, Di atas bukit Tamiai sampai Muara Emat akan tercatat bukan sebagai hutan penyangga kehidupan, melainkan sebagai kuburan ekologis. Emas yang digali hari ini bukanlah berkah, melainkan kutukan yang diwariskan kepada alam dan generasi mendatang.  









Senin, 23 Februari 2026

Bank 9 Jambi Kacau, Membongkar Rahasia Sistem Perbankan di Indonesia Lemah

 


Kita semua menaruh uang di bank dengan keyakinan sederhana: supaya aman, supaya tidak hilang, dan supaya bisa dipakai kapan saja. Tapi kenyataannya, kasus Bank 9 Jambi justru membuktikan hal sebaliknya. Alih-alih jadi tempat paling aman untuk menyimpan uang, bank malah berubah jadi tempat paling tidak aman ketika sistem digitalnya kacau. Saya pernah lama berkecimpung dalam proyek pengelolaan sistem digitalisasi berbasis internet, jadi saya tahu betul bahwa kelemahan ini bukan hal baru. Fondasi keamanan yang seharusnya jadi benteng utama justru rapuh, dan publik pun bisa menebak siapa yang mestinya harus bertanggung jawab. Ada manajemen yang lalai, ada teknisi yang tidak sigap, dan ada regulator yang kurang mengawasi. Semua kelemahan itu berkumpul jadi satu, lalu meledak di hadapan nasabah.


Masalah terbesar bukan cuma gangguan teknis, tapi hilangnya kepercayaan. Nasabah menitipkan uang dengan keyakinan bahwa bank bisa menjaganya. Begitu sistem kacau, kepercayaan itu runtuh. Nasabah akan lari, bisnis lokal terganggu, dan reputasi bank hancur. Sekali kepercayaan hilang, tidak ada iklan atau promosi yang bisa mengembalikannya dengan cepat. Bank kehilangan wibawa, dan itu jauh lebih mahal daripada kerugian finansial sesaat.


Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar tambal sulam teknis, melainkan keberanian untuk transparan. Bank harus berani buka suara: apa penyebab gangguan, siapa yang salah, dan apa langkah nyata untuk mencegah hal serupa. Kalau terus ditutup-tutupi, publik hanya akan melihat bank sebagai lembaga yang rapuh dan tidak bisa dipercaya. Gangguan Bank 9 Jambi adalah tamparan keras bagi dunia perbankan daerah. Ia menunjukkan bahwa digitalisasi tanpa fondasi keamanan yang kokoh hanyalah bom waktu. Nasabah berhak atas layanan yang aman, jelas, dan transparan. Kalau bank gagal memberikan itu, konsekuensinya sudah jelas: nasabah pergi, bank ditinggalkan, dan kepercayaan publik mati.



Oleh: Adv. Yan Salam Wahab, S.HI., M.Pd.  



Rabu, 18 Februari 2026

Kelok Sago dan Masa Lalu Akses Masuk ke Kerinci

 

Siapa orang Kerinci yang tidak pernah mendengar kata Kelok Sago? Nama ini sudah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat, meski banyak yang mungkin tidak lagi mengetahui asal-usulnya. Nama Kelok Sago lahir dari kenyataan bahwa di belokan tersebut dahulu tumbuh banyak sekali sago/Pohon sagu, sehingga pemilik.lahan pada zaman itu almarhum Drs. A. Wahab Karimi menamainya demikian.  

Sekitar 60 tahun yang lalu, akhir tahan 60-an masuk era 70-an, beliau adalah pemilik lahan yang lumayan luas, mencapai hampir 100 hektar, bahkan meluas hingga seberang Sungai Batang Merangin. Pada masa itu harga tanah belum tinggi, bahkan sulit mencari orang yang mau tinggal untuk menjaga dan membuka ladang di wilayah tersebut. Sebagian lahan diperoleh melalui pembelian, sebagian lagi melalui hibah, dan semuanya tercatat dalam arsip keluarga berupa surat jual beli lama. Catatan ini menjadi bagian penting dari sejarah awal akses masuk ke Kerinci.  

Beliau bukan hanya seorang birokrat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci sejak awal Orde Baru,, dan terus mengabdi hingga jelang berakhirnya Orde Baru pada tahun 1997. Masa pengabdian panjang ini menunjukkan konsistensi beliau dalam memperjuangkan pembangunan daerah selama hampir tiga dekade penuh.  

Bukan sekadar membuka jalur, beliau mendorong agar jalan itu diperlebar sehingga kelak dapat diaspal dan menjadi akses resmi yang lebih layak bagi masyarakat. Pada masa itu, untuk menuju Jambi dari Kerinci, masyarakat harus berputar jauh melewati jalur Sumbar. Perjalanan panjang ini menyulitkan mobilitas, terutama bagi mereka yang menggunakan mobil. Dari kebutuhan itulah muncul gagasan memperluas akses jalan langsung dari Bangko ke Jambi, agar kendaraan bisa keluar masuk Kerinci dengan lebih mudah.  

Tidak hanya memikirkan jalan darat, di era 1970-an beliau juga ikut memikirkan akses udara. Bersama tokoh-tokoh lain, beliau mendorong pembangunan Bandara Depati Parbo (DP) sebagai pintu masuk ke Kerinci. Beliau bahkan turun langsung ke lapangan, mengurus lahan, berjalan hingga ke sawah, dan mematok lahan dengan baju safari. Pada masa itu, sangat jarang pejabat turun ke sawah dengan pakaian resmi seperti itu, sehingga sikap beliau menjadi bukti nyata kesungguhan perjuangan demi keberhasilan pembangunan bandara. Bandara ini kemudian menjadi simbol bahwa Kerinci tidak boleh terisolasi, melainkan harus terbuka bagi arus orang dan barang dari luar.  

Selain memperluas akses jalan dan memikirkan bandara, beliau juga memberikan sebagian tanah pribadinya untuk kepentingan pendidikan. Di atas lahan beliau berdirilah SD 218/III Kali Anggang di Kecamatan Batang Merangin. Sekolah ini menjadi bukti nyata kepedulian beliau terhadap masa depan anak-anak kawasan peladangan saat itu, agar pendidikan bisa tumbuh di tanah yang dulunya milik pribadi. Kehadiran sekolah ini membuka harapan baru bagi anak-anak kampung yang sebelumnya jauh dari akses pendidikan, sehingga mereka dapat belajar dan menatap masa depan dengan lebih cerah.  

Memasuki era 1980-an, faktor ekonomi membuat tanah beliau perlahan terpaksa dijual bertahap hingga akhirnya habis. Kini, banyak orang mungkin tidak lagi mengetahui siapa pencetus nama Kelok Sago, siapa yang memperluas akses jalan hingga bisa diaspal, atau siapa yang memberikan tanah untuk sekolah. Namun sejarah tetap mencatat: almarhum Drs. A. Wahab Karimi adalah tokoh yang berani menggunakan aset pribadi demi kepentingan publik.  

Semua kisah ini terdokumentasi dalam arsip keluarga berupa surat jual beli lama, yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kerinci. Dari lahan yang pernah beliau miliki lahirlah gagasan besar: membuka jalan, membangun bandara, dan menghadirkan sekolah di kawasan peladangan. Jejak beliau terus hidup dalam jalan yang kini dilalui, bandara yang membuka pintu Kerinci, sekolah yang mendidik anak-anak kampung, dan nama Kelok Sago yang tetap terucap hingga hari ini.  


Dan bagi saya pribadi, beliau bukan hanya tokoh sejarah, melainkan sosok yang saya panggil Papa.  








Kamis, 12 Februari 2026

Perlindungan Hukum Rahasia Perusahaan: Dari Dapur Produksi hingga Meja Negosiasi

 

Di dunia usaha, kita sering menjumpai orang yang datang ke toko atau dagangan, bertanya panjang lebar sampai ke detail, tapi ujung-ujungnya tidak jadi membeli. Dalam bahasa satir, itu disebut CLBK – Cerita Lama Beli Kagak. Sekilas tampak lucu, tapi di balik kelucuan itu ada bahaya: bisa jadi mereka bukan pembeli, melainkan pencuri informasi berkedok ramah. Mereka datang dengan senyum, pulang dengan catatan, dan meninggalkan kita dengan rasa curiga.  


Rahasia perusahaan adalah jantung dari setiap bisnis. Tidak peduli apakah bentuknya resep makanan, formula kimia, strategi pemasaran, atau daftar pelanggan, setiap usaha pasti punya sesuatu yang harus disembunyikan. Justru di situlah letak kekuatan sebuah bisnis: ada rahasia yang dijaga, ada informasi yang tidak boleh bocor, karena sekali terbuka maka nilai ekonominya bisa hilang seketika.  


Undang-undang pun sudah jelas. UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang menegaskan bahwa rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui umum, bernilai ekonomi, dan dijaga kerahasiaannya. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan rahasia dagang milik pihak lain, dipidana dengan penjara paling lama dua tahun dan/atau denda paling banyak Rp300 juta. Bahkan penyidik sekalipun tidak bisa sembarangan memaksa membuka rahasia dagang, kecuali jika ada kaitan langsung dengan pasal yang sedang ditangani. Perlindungan ini bersifat mutlak selama informasi tersebut masih bernilai ekonomi dan dijaga kerahasiaannya.  


Untuk menggambarkan betapa pentingnya rahasia dagang, mari kita selipkan sebuah cerita nyata dari lapangan. Seorang pedagang kecil di pasar pernah bercerita: ada “pelanggan” yang datang hampir setiap hari, bertanya detail soal bahan, cara meracik, bahkan sampai ke pemasok barang. Pedagang ini awalnya senang, merasa dagangannya diperhatikan. Tapi lama-lama curiga, karena orang itu tak pernah membeli. Beberapa bulan kemudian, muncul lapak baru di pasar sebelah dengan produk yang mirip sekali, bahkan cara penyajiannya sama. Pedagang lama pun sadar: rahasianya telah dicuri lewat modus CLBK. Untung ia segera melapor dan mendapat pendampingan hukum, sehingga bisa menuntut balik dengan dasar perlindungan rahasia dagang.  


Cerita itu menjadi pengingat bahwa orang-orang licik yang berusaha menggali rahasia bisnis adalah musuh nyata secara hukum. Mereka berbahaya, karena bukan hanya mengancam keuntungan, tetapi juga merusak kepercayaan dan masa depan usaha. Maka sikap yang harus diambil jelas: segera menyingkir dari mereka, atau kalau perlu singkirkan dengan tegas melalui jalur hukum. Perlawanan ini bukan sekadar emosi, melainkan tindakan sah yang dijamin undang-undang.  


Bayangkan saja, rahasia perusahaan itu ibarat resep rendang nenek di kampung. Kalau ada orang luar yang nekat mengintip dapur tanpa izin, itu bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan pencurian. Kadang kita bisa menertawakan modus CLBK yang pura-pura ramah, tapi di balik kelucuan itu ada keseriusan: mereka adalah ancaman nyata. Hukum hadir sebagai satpam yang memastikan resep itu tetap aman, agar keluarga bisa terus menikmati dan menjadikannya sumber kehidupan.  


Sebagai advokat, saya menegaskan: mempertahankan dan menyembunyikan rahasia perusahaan adalah tindakan wajib. Ia bukan sekadar pilihan strategi, melainkan syarat hidup-mati bagi sebuah usaha. Undang-undang menjamin perlindungan itu, dan setiap pemilik berhak melawan serta menyingkirkan orang-orang licik yang mencoba membongkarnya.  


Oleh: 

Adv. Yan Salam Wahab, S.HI., M.Pd.  




Minggu, 18 Januari 2026

Fee di Depan vs Hadiah di Belakang: Analisis Perspektif Agama dan Hukum Formal (Kasus Proyek)

 


Fee di depan adalah suap. Titik. Ia haram menurut agama, ilegal menurut hukum, dan berbahaya karena sejak awal dimulai dengan unsur ketidakpercayaan. Kontraktor merasa tidak akan dipercaya jika hanya mengandalkan kualitas penawaran, sehingga memilih jalur uang. Fee di depan bukan membangun kepercayaan, melainkan membeli keputusan. Jalan yang ditempuh adalah jalan batil, dan dari jalan batil tidak mungkin lahir keberkahan.  


Hadiah di belakang berbeda. Ia bisa halal bila wajar, terbuka, dan murni sebagai ucapan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan. Hadiah yang wajar lahir dari rasa syukur, bukan dari transaksi tersembunyi. Hadiah seperti ini memperkuat hubungan, menumbuhkan rasa hormat, dan menjadi simbol penghargaan. Namun bila tidak wajar dan dimaksudkan untuk memengaruhi keputusan, maka statusnya berubah menjadi suap juga.  


Di sinilah pentingnya memahami akad. Dalam Islam, setiap transaksi bergantung pada akad, dan akad yang sah harus berlandaskan suka sama suka, bukan unsur paksaan. Jika sebuah pemberian dilakukan dengan tekanan, ancaman, atau jalur paksa, maka hukumnya lebih haram lagi. Misalnya ada oknum yang melaporkan pejabat ke ranah hukum, lalu setelah runding-runding meminta jatah. Itu haram seratus persen. Meminta melalui jalur paksa, sehingga orang terpaksa memberikannya, adalah bentuk pemerasan. Dalam agama, ini bukan lagi sekadar risywah, melainkan kezaliman. Dalam hukum formal, ini masuk kategori pemerasan dan tindak pidana korupsi.  


Perbedaan keduanya sangat tegas. Fee di depan adalah uang yang keluar karena tidak percaya pada sistem, tidak percaya pada kualitas diri, dan tidak percaya pada keadilan. Hadiah di belakang adalah tanda percaya: pekerjaan sudah selesai, kepercayaan sudah diberikan, lalu lahir rasa terima kasih. Fee di depan berarti membeli, hadiah di belakang berarti menghargai. Fee lahir dari ketidakpercayaan, hadiah lahir dari kepercayaan. Dan bila pemberian dilakukan dengan paksaan, maka itu lebih haram lagi, karena akadnya cacat sejak awal.  


Di banyak kota kita bisa melihat kontraktor yang memenangkan proyek besar, cepat kaya, tetapi cepat pula habisnya. Mengapa? Karena kekayaan itu lahir dari jalan batil. Uang yang datang dari fee di depan atau dari pemerasan tidak pernah bertahan lama. Ia mengalir deras, tetapi menghilang cepat, meninggalkan jejak kerusakan. Jalan rusak, jembatan retak, gedung bocor, dan masyarakat yang jadi korban. Kekayaan yang lahir dari suap adalah fatamorgana: tampak besar, tetapi rapuh dan cepat lenyap.  


Kesimpulannya jelas: fee di depan adalah haram titik, hadiah wajar sebagai ucapan terima kasih atas kepercayaan bisa halal, dan pemberian melalui jalur paksa adalah haram seratus persen. Fee di depan merusak sistem, hadiah wajar memperkuat hubungan, pemerasan menghancurkan keadilan. Transparansi dan kejujuran adalah kunci, bukan amplop, bukan tekanan.  


Oleh : 

Adv. Yan Salam Wahab, SHI, M..Pd

Advokat/Pengacara, Konsultan Hukum, pengamat Sosial dan Pendidikan

Makna Kekayaan Menurut Bill Gates: "Putri Saya Tidak Akan Menikah dengan Orang Miskin"

 

Bill Gates pernah ditanya di sebuah konferensi, apakah ia rela putrinya menikah dengan pria miskin. Pertanyaan itu membuat orang tertawa, tapi jawaban Bill Gates justru membuat semua orang terdiam. Ia berkata, masalahnya bukan sekadar punya uang atau tidak, melainkan kemampuan untuk menciptakan nilai dan kekayaan. Kalau orang miskin menang judi, dia bukan tiba-tiba jadi orang kaya. Dia tetap orang miskin yang kebetulan punya banyak uang. Itulah sebabnya 90% orang yang menang judi atau lotre, dalam lima tahun kekayaannya sudah habis. Sebaliknya, ada pengusaha yang merintis dari nol, bahkan minus. Di mata orang lain dia mungkin miskin, tapi sebenarnya dia sedang membangun pondasi kekayaan. Orang seperti inilah yang diinginkan Bill Gates untuk menjadi menantunya, karena meski jatuh, dia bisa bangkit lagi dan mengembalikan kekayaannya dalam waktu singkat.  


Bill Gates lalu menegaskan perbedaan yang tajam. Orang kaya bisa bekerja sampai mati demi membangun kekayaan, sementara orang miskin bisa sampai nekat melakukan kejahatan, bahkan membuat orang lain celaka, demi uang. Mental kaya fokus pada tujuan, berusaha dengan elegan, tidak perlu menjatuhkan orang lain. Mental miskin justru sibuk mengurus orang lain, mencari kesalahan, menyingkirkan pesaing, agar dirinya saja yang terlihat maju. Orang kaya percaya bahwa dengan ilmu dan kerja keras mereka bisa terbang tinggi, sedangkan orang miskin memilih jalan pintas yang berbahaya.  


Untuk memperjelas, Bill Gates memberi contoh seorang pedagang kecil di pasar. Ada pedagang yang jujur, menimbang barang dengan benar, menjaga kualitas, dan melayani pembeli dengan ramah. Awalnya ia hanya punya lapak kecil, tapi karena kejujuran dan kesabaran, pelanggannya semakin banyak. Sepuluh tahun kemudian ia punya toko besar dan karyawan. Sebaliknya, ada pedagang lain yang curang, menipu timbangan, menjual barang rusak, dan menjelekkan pedagang lain. Mungkin ia cepat dapat uang, tapi reputasinya hancur, pembeli pergi, dan akhirnya ia jatuh miskin. Kisah ini menunjukkan bahwa orang miskin yang jujur dan sabar bisa berubah menjadi orang kaya, sementara orang miskin yang ambisius tanpa arah justru terjebak dalam keputusasaan dan kejahatan.  


Bill Gates menutup jawabannya dengan tegas: ketika ia mengatakan putrinya tidak akan menikah dengan pria miskin, maksudnya bukan soal uang, melainkan soal cara berpikir. Kekayaan sejati bukan di dompet, melainkan di pikiran. Orang miskin yang mau belajar, jujur, dan bekerja keras bisa menjadi kaya. Orang kaya yang malas dan tidak mau belajar bisa jatuh miskin. Pesannya sederhana: jangan iri pada orang kaya, tirulah cara mereka belajar dan bekerja. Jangan takut miskin, karena miskin bukan takdir. Kekayaan sejati adalah kemampuan menciptakan nilai, membangun kekayaan baru, dan tetap berdiri elegan tanpa harus menjatuhkan orang lain.  







Kamis, 08 Januari 2026

Hutang Konsumtif vs Hutang Produktif: Ambil Pelajaran dari ulah Pak Mul

 

Hutang bukan sekadar soal angka di buku bank. Ia bisa menjadi jalan menuju kehancuran bila dipakai untuk memuaskan gengsi, atau menjadi pintu menuju kesejahteraan bila diarahkan untuk usaha.  


Keluarga Pak Mulyono: Konsumtif hingga Merusak Moral

Pak Mulyono meminjam uang untuk merenovasi rumah dan membeli mobil baru, anaknya hura² dari hasil hutang. Awalnya ia merasa bangga, rumah tampak indah, mobil baru berkilau, dan hidup keluarga terlihat lebih mewah. Namun ketika cicilan datang, uang untuk membayar tidak ada. Hutang menumpuk, bunga berjalan, dan tekanan semakin berat.  


Dalam keputusasaan, ia mulai meminta ibuk bendahara Rumah Tangga menekan anak-anaknya agar menyetor uang. Tidak harus dengan cara bekerja keras, tetapi bisa juga dengan jalan pintas asal dapat uang. Bila perlu jual apa yang ada. Anak-anak awalnya diajarkan untuk malas hura² dengan hutang yang ada, hanya tahu menghabiskan, bahkan diarahkan mencari uang dengan cara apa saja, meski berisiko melanggar hukum. Moral keluarga rusak, nilai kerja keras hilang, dan generasi berikutnya tumbuh tanpa fondasi yang benar. Hutang konsumtif bukan hanya menghancurkan finansial, tetapi juga merusak tatanan moral.  


Pak Wowo: Produktif dan Berusaha Memperbaiki

Berbeda dengan Mulyono, Pak Wowo menggunakan hutang sebagai modal usaha warung. Ia membeli perlengkapan, stok barang, dan memperbaiki tempat usaha. Anak-anaknya diajak belajar berbisnis, menghitung keuntungan, dan memutar modal. Dari keuntungan usaha, cicilan hutang dibayar, usaha berkembang, dan keluarga memiliki sumber penghasilan baru.  


Namun, usaha Pak Wowo tidak mudah. Lingkungan yang sudah rusak akibat ulah konsumtif Pak Mulyono membuat anak-anak lain terbiasa malas, hanya ingin menghabiskan, dan tidak mau bekerja keras. Pak Wowo berjuang keras menanamkan nilai baru, tetapi selalu terbentur dengan budaya buruk yang sudah terlanjur terbentuk. Hutang produktif memang bisa memperbaiki keadaan, tetapi dampak kerusakan moral akibat hutang konsumtif membuat jalan itu penuh rintangan.  


Negeri Konoha: Cermin dari Dua Jalan

Di negeri Konoha, seorang pemimpin kurus jangkung mengambil hutang besar. Dana itu dihabiskan hanya untuk mempercantik wajah ibu kota: monumen, jalan indah, proyek pencitraan. Ketika cicilan datang, negara tidak punya cukup pemasukan. Rakyat dipaksa menanggung beban lewat pajak yang mencekik. Hutang konsumtif negara itu menjadi beban generasi, moral rakyat pun rusak karena terbiasa dipaksa menanggung kesalahan pemimpin.  


Ketika kepemimpinan berganti kepada Pak  Gemoy, arah hutang berubah. Dana pinjaman dipakai membangun koperasi rakyat. Modal bergulir, usaha kecil tumbuh, keuntungan kembali ke masyarakat. Dari hasil usaha koperasi, cicilan hutang dibayar, ekonomi rakyat bergerak, dan negara perlahan bangkit. Hutang produktif mampu mengubah beban menjadi kekuatan, meski harus berjuang melawan warisan buruk dari masa lalu.  


Hutang konsumtif bukan hanya menghancurkan finansial, tetapi juga merusak moral dan budaya kerja. Hutang produktif membuka peluang untuk memperbaiki keadaan, tetapi perjuangannya berat bila kerusakan sudah terlanjur terjadi. Kisah Pak Mulyono, Pak Wowo, dan negeri Konoha mengajarkan satu hal: hutang harus diarahkan dengan bijak, karena dampaknya bukan hanya pada uang, tetapi juga pada nilai hidup dan masa depan generasi.  



Analisa Penempatan Gedung Koperasi Merah Putih "Salah Posisi, Koperasi Berpotensi Mati”

 

Gedung koperasi tidak boleh ditempatkan sembarangan. Salah posisi bisa berakibat fatal: koperasi sepi pengunjung, usaha tidak berkembang, bahkan berpotensi mati. Karena itu, penempatan harus benar-benar strategis. Gedung mesti berdiri di jalur utama, dekat pusat aktivitas masyarakat seperti pasar, sekolah, atau kantor desa. Dengan begitu, arus orang yang lewat tinggi dan koperasi selalu terlihat jelas. Papan nama yang lugas dan tegas akan memperkuat identitas sebagai pusat ekonomi rakyat.


Fungsi utama gedung ini adalah mini market koperasi, tempat warga membeli sembako, produk pertanian, dan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau. Di samping itu, koperasi bisa menampung usaha pendukung seperti jasa pembayaran listrik, pulsa, BPJS, hingga simpan pinjam. Semua usaha harus relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar ikut tren. Dengan cara ini, koperasi tidak bersaing langsung dengan toko warga, melainkan melengkapi ekosistem usaha yang ada.

Orientasi keberlanjutan juga penting. Energi alternatif seperti PLTA mini atau panel surya bisa dipakai untuk operasional, sekaligus memberi citra ramah lingkungan. Hal ini bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga membangun kepercayaan publik bahwa koperasi berpikir jauh ke depan.


Di sinilah dana desa memainkan peran penting. Jika dana desa hanya dipotong untuk operasional rutin, manfaatnya cepat habis. Tetapi bila diarahkan untuk pengembangan koperasi, dana desa justru menjadi modal bergulir yang lebih berdaya guna. Dana desa bisa dipakai membangun gedung koperasi, memperkuat stok barang di mini market, atau mendukung usaha produktif warga melalui koperasi. Dengan begitu, dana desa tidak sekadar habis untuk belanja, melainkan tumbuh menjadi aset ekonomi yang terus berputar.


Dampak sosial-ekonomi dari penempatan yang tepat dan dukungan dana desa akan terasa nyata. Uang beredar di masyarakat, daya beli warga meningkat, dan generasi muda—Millennial serta Gen Z—dilibatkan sebagai pengelola maupun inovator usaha. Koperasi berdiri sebagai organisasi yang mandiri, dengan dukungan moral dari pihak luar, tetapi tetap otonom dalam menjalankan programnya.


Namun, risiko tetap ada. Salah posisi bisa membuat koperasi sepi. Salah jenis usaha bisa menimbulkan benturan dengan toko warga. Salah pengelolaan dana desa bisa membuat program berhenti di tengah jalan. Semua risiko ini hanya bisa diminimalkan dengan survei kebutuhan warga, dialog komunitas, serta penerapan energi alternatif.


Gedung Koperasi Merah Putih harus ditempatkan di titik strategis, mudah diakses, dan terlihat jelas. Salah posisi berarti ancaman mati, sementara posisi tepat berarti hidup sebagai pusat ekonomi lokal. Dengan dukungan dana desa yang diarahkan ke pengembangan koperasi, potensi ekonomi desa akan lebih berkembang, berdaya guna, dan berkelanjutan.


Oleh :

Adv. Yan Salam Wahab, SHi, M.Pd


Minggu, 04 Januari 2026

Menang dengan Strategi Kejam: Jurus Pamungkas Saat Terpaksa

 

Dalam hidup, kadang kita bertemu aturan yang tidak adil, orang yang meremehkan, atau penjual yang menipu. Kalau hanya marah, hasilnya sering tidak ada. Tapi kalau kita berpikir dingin, kita bisa menang dengan cara yang lebih elegan.  


Salah satu jurus paling halus adalah menjatuhkan dengan pujian. Kita seolah memuji, tapi sebenarnya membuat lawan terjebak oleh standar yang mereka banggakan sendiri. Saat mereka gagal, mereka jatuh oleh citra mereka sendiri.  


Cerita 1: Restoran Mahal – Orang Sederhana yang Membalik Keadaan


Suatu sore, Pak Raja masuk ke restoran mahal bersama temannya. Penampilannya sangat sederhana: baju kusam, sandal jepit. Orang-orang melihatnya seperti orang miskin yang salah tempat.  


Pelayan mendekat dengan nada meremehkan:  

“Di sini minimal belanja Rp2.000.000. Kalau tidak sanggup, Lebih baik makan di tempat lain saja.”  


Semua tamu menoleh, ada yang tersenyum sinis.  


Tapi Pak Raja tetap tenang. Ia keluarkan uang Rp5.000.000, lalu berkata datar:  

“Saya pesan sesuai nilai ini. Semua harus sempurna, selesai paling lama 20 menit.”  


Pesanannya rumit: puluhan rendang, ayam gulai, dendeng balado, sayur nangka, dan 60 gelas es teh dengan variasi berbeda. Semua harus keluar serentak dalam 20 Menit. 


Lalu Pak Raja menambahkan pujian yang menusuk:  

“Restoran ini katanya terkenal rapi dan cepat. Saya yakin semua porsi akan presisi, keluar bersamaan, dan tetap panas—itu kebanggaan dan Semboyan Restoran ini, kan?”  


Pelayan pucat, manajer panik, pemilik restoran datang dengan wajah memerah malu. Aturan “minimal order” langsung dihapus.

Pak Raja duduk tenang, menikmati rendang dengan elegan. Ia menutup dengan kalimat dingin:
“Kalau tak mampu melayani, jangan buka restoran.”


Akhirnya Restoran itu gagal memenuhi permintaan Pak Raja itu. Standar yang mereka banggakan justru menjatuhkan mereka di hadapan Pengunjung lainnya.  


Cerita 2: Rekaman Rahasia –di WA Grup Pebisnis


Malam itu, Pak Raja duduk di kafe, menikmati kopi. Dari ruang sebelah, terdengar suara sekelompok pebisnis. Awalnya obrolan biasa, lalu berubah jadi ejekan. Nama Pak Raja disebut berulang kali, disertai tawa meremehkan.  


Tanpa mereka sadari, suara itu jelas terdengar sampai ke tempat duduk Pak Raja. Ia menyalakan ponselnya, merekam percakapan itu.  


Beberapa jam kemudian, rekaman itu muncul di grup WhatsApp mereka. Cara Pak Raja mengirimnya membuat semua orang bingung. Ia menulis:  

“Ada yang kirim rekaman ini ke saya. Lucu sekali, grup yang kelihatan kompak ternyata ada pengkhianatnya. Dengarkan, suara siapa ya?”  


Sekejap, grup kacau. Ada yang keluar, ada yang panik, ada yang saling tuduh. Mereka merasa ada teman sendiri yang membocorkan rahasia.  


Lalu Pak Raja menambahkan pujian yang menusuk:  

“Grup ini luar biasa kompak, sampai ada yang rela mengirimkan rekaman ini ke saya demi menjaga integritas.”  


Akhirnya Kekompakan Grup yang selama ini dibanggakan dan dipuji justru berubah jadi Grup yang sudah saling curiga. Grup itu hancur karena mereka sendiri jadi tidak percaya satu sama lain.  


Cerita 3: Serangan Reputasi – Pada Toko Online tidak Amanah


Suatu pagi, Pak Raja menerima paket berisi 4 powerbank dari toko online. Iklan menjanjikan kapasitas 20.000 mAh, tapi setelah diuji, ternyata hanya 12.000 mAh.  


Penjual berkilah:  

“Kapasitas bisa berkurang saat perjalanan. Yang lain juga dapat seperti itu”  


Pak Raja kecewa tapi tidak marah. Ia lalu membeli 8 powerbank asli dari merek terpercaya dari tempat lain, menata di meja, memotret, lalu menulis komentar di halaman toko Online yang mengecewakan tadi :  

“Powerbanknya luar biasa, kapasitas lebih dari 20.000 mAh. Beli 4 gratis 4. Mantap sekali tokonya!”  


Komentar itu memicu badai di Rating. Pembeli lain berbondong-bondong menuntut hal yang sama. Mereka menulis dengan nada kecewa dan marah:  

- “Saya beli 2, kenapa tidak dapat bonus?!”  

- “Kapasitasnya jauh di bawah iklan, ini penipuan!”  

- “Refund sekarang, atau kami viralkan toko ini!”  


Akibat komentar Pak Raja yang memanas-manasi pembeli lain. Halaman toko penuh komentar keras. Grup pembeli terbentuk, bahkan ada yang menghubungi lembaga perlindungan konsumen.  


Lalu Pak Raja menambahkan Komentar pujian yang menusuk:  

“Tokonya responsif dan promosinya berani—20.000 mAh dan bonus melimpah. Jarang ada yang seberani ini, pasti siap membuktikan sampai detail.”  


Hasil Pujian di komentar itu memaksa toko memenuhi janji di mata publik. Ketika gagal, pembeli ramai-ramai menuntut. Reputasi toko hancur, rating jatuh, dan akhirnya toko itu ditutup.  


Kesimpulannya, Pak Raja yang selalu tampil sederhana, sering diremehkan. Tapi ia punya jurus pamungkas: strategi kejam yang dingin, penuh perhitungan, dan paling elegan.  


Yang paling halus adalah menjatuhkan dengan pujian.  

Pujian membuat lawan terjebak oleh standar mereka sendiri. Saat gagal, mereka jatuh bukan karena dimaki, tapi karena citra yang mereka banggakan runtuh di depan semua orang.  








Sabtu, 03 Januari 2026

Rahasia yang Tidak Pernah Terbongkar: Cara Menjadi Kaya Mendapatkan 100 Juta per Bulan Tanpa Kerja

 

Di balik cerita-cerita sukses yang beredar, selalu ada satu kisah yang membuat orang penasaran. Sebuah kisah tentang seseorang yang mampu meraih penghasilan seratus juta per bulan, tanpa terlihat bekerja seperti orang kebanyakan.  


Langkah-langkahnya terdengar sederhana, tapi selalu disampaikan dengan cara yang mengambang.  

- Ada yang bilang dimulai dari memanfaatkan peluang.  

- Ada yang menyebut tentang mengatur strategi.  

- Ada pula yang menekankan pentingnya menjaga konsistensi.  

Semua terdengar logis, tapi tidak pernah benar-benar jelas.  


Setiap kali orang bertanya lebih jauh, jawabannya selalu samar. Seolah-olah ada pintu yang hampir terbuka, tapi kembali tertutup rapat. Cerita itu terus bergulir, membuat banyak orang percaya bahwa ada “program pemerintah” yang sedang berjalan, yang bisa membawa siapa saja ke angka fantastis itu.  


Namun, semakin dikejar, semakin kabur jejaknya. Tidak ada yang bisa memastikan langkah konkret apa yang harus diambil. Yang ada hanyalah potongan-potongan abstrak, gambaran besar yang membuat orang semakin penasaran.  


Dan akhirnya, ketika semua orang berharap menemukan kunci terakhir, jawaban yang muncul hanyalah satu:  


Namanya saja rahasia, mana mungkin dibongkar. 🤭








Kamis, 01 Januari 2026

Hidup Tak Akan Berharga Bila Lemah Kau Baru Akan Dihargai Saat Memiliki Kekuatan

 

Ada kenyataan pahit yang jarang diajarkan di sekolah atau konten motivasi. Orang miskin sering memberi yang terbaik kepada orang lain—tenaga, waktu, bahkan sesuatu yang masih sangat mereka butuhkan—namun ironisnya pengorbanan itu jarang dihargai. Sebaliknya, orang kaya memberi barang yang sudah tidak disukai, bahkan barang bekas, namun anehnya justru dianggap bernilai dan dihormati.  


Inilah realita hidup yang sering diabaikan: dunia menilai bukan dari ketulusan, melainkan dari posisi dan kekuatan. Lemah diremehkan, kuat dihormati. Itulah hukum sosial yang tidak tertulis, tetapi nyata dirasakan dalam kehidupan sehari‑hari.  


Dulu kita percaya semakin banyak teman hidup akan semakin mudah. Faktanya tidak demikian. Teman baru justru datang ketika hidupmu sudah mapan. Saat hidup belum stabil, meminjam satu juta rupiah terasa seperti mengemis harga diri. Tetapi ketika kamu sudah kuat, meminjam satu miliar pun cukup dengan sekali bicara, dan semua pintu terbuka dengan mudah.  


Teman sejati tidak perlu dicari. Mereka akan datang sendiri ketika kamu sudah berdiri tegak. Maka jangan sibuk mengeluh mengapa teman tidak setia. Tanyakan pada dirimu: seberapa kuat power‑mu hari ini? Jika belum cukup, berjuanglah dalam diam. Bangun dirimu tanpa banyak bicara, karena kekuatanlah yang akan menarik orang untuk menghormatimu.  


Hidup tak akan berharga bila lemah, kau baru akan dihargai saat memiliki kekuatan. Dan pada akhirnya, orang akan datang sendiri ketika kamu sudah berdiri tegak. Dunia menghormatimu bukan karena kata‑kata, melainkan karena kekuatan yang kamu miliki.  








Senin, 20 Januari 2025

Fenomena Sang Letkol Tituler Mas Dedi Corbuzer

 


Dedi Cozbuzzer adalah contoh nyata bagaimana prilaku manusia yang merasa superior terhadap manusia lainya.


Ia selalu menempatkan diri dan keluarganya seolah layak jadi contoh bagi khalayak banyak.


Saat menyerang seorang anak kecil, karena si anak kecil mengatakan / mengeluh "ayamnya kurang enak" pada saat dikasih jatah MBG.

DC mengata-ngatai anak kecil itu dengan kata-kata PeA dan bullian lainya.

Kemudian ia mencontohkan anaknya yang harus menghabiskan jatah nasi box saat syuting...


Dede CozBuzzer,

Seolah mengatakan bahwa anak kecil


tersebut, sebagai anak yang tidak tahu terimakasih, tidak mau menerima dan tidak bersyukur atas makanan yg dikasih pemerintah secara gratis.


Di sisi lain,

Dede CozBuzzer,

Dikasih hidung gratis dan berfungsi baik oleh Tuhan.

Namun ia tidak suka, tidak mau menerima pemberian gratis tersebut.

Kemudian dia permak hidung tersebut.


Dikasih mata.

Tetep diutak-atik, karena merasa kurang cantik.


Dagu direnovasi sedemikian rupa, biar tampak gagah. Dia Tidak Suka dengan dagu asal yang menurut dia jelek.

Dan menjelmalah dia seperti sekarang ini.

Setelah permak sana sini.

Karena dia Tidak Suka dengan apa yang Tuhan berikan.


Lantas sekarang, dengan jumawa merasa berhak marah kepada anak kecil karena si anak kecil bilang ayamnya "kurang enak".


Pantaskah ??


Nggak pantas sama sekali !

Karena dia lebih Tidak Menerima atas apa yg telah diberikan.

Dia merasa mukanya jelek. Makanya dipermak.



Lantas kenapa anak kecil tidak boleh bilang makanan kurang enak ??


Lucunya...

Sekarang dia yang bilang diserang buzzer.

Padahal dialah Buzzer itu sendiri.

Dia yang pertama mengintimidasi anak kecil.

Sekarang seolah yg terdzolimi??


Itulah sebenarnya gunanya banyak kaca dan cermin di tempat nge-Gym.

Biar bisa sering bercermin sebelum menghakimi orang.


Nuduh orang lain gk bersyukur dan Berterimakasih.

Dianya yang jauh dari rasa terimakasih.

Lha iyalah kalau memang punya sikap menerima, bersuykur dan Berterimakasih....

Ngapain harus permak muka ???

Artinya dia tidak suka dengan apa yang Tuhan berikan....


Itulah pentingnya bukan sekedar badan yang besar, kepala yang besar, tapi otak sebesar biji Anu

Senin, 13 Maret 2023

KEUNTUNGAN TUKANG BAKSO BISA BIKIN DIA JADI MENANTU IDAMAN???

 

 Bener ga sih kalo tukang bakso itu bukan menantu idaman??? Mari kita hitung²an modal serta keuntungan tukang bakso di Indonesia. Modal awal yg perlu dipersiapkan untuk peralatan adalah gerobak 2jt, peralatan memasak 1,5jt, peralatan makan 1jt, bahan baku 2jt, sewa tempat 400rb, biaya lain-lain 500rb, total 7,4 jt. Misalnya dengan estimasi 45 orang pembeli bakso Anda dan membayar makanan dan minuman sekitar Rp15 ribu per orang, maka selama satu bulan atau 30.hari, Anda akan mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp20 juta. 
Maka penghasilan bersih - penghasilan kotor — modal - 20 juta — 7,4 juta - 12,6 juta!!! 
Jadi menurut temen² keuntungan tukang bakso besar atau kecil nih??? 
Cocok jadi menantu idaman??? 
Tapi tentu saja untuk membuka usaha bakso bukan hanya memerlukan modal, namun perlu ketekunan dan kerja keras yah. 
Selain itu temen² harus siap capek dan panas²an saat awal memulai usaha bakso sebelum merekrut pegawai. 
Nah selain bakso, ada kok idebisnis yang lain yg tidang butuh banyak modal.. yakni.....

Senin, 24 Oktober 2022

Suku Kerinci dalam Sejarah perjalanan Sumatra sejak 75000 SM

 


 daerah Keresidenan Sumatera Barat.

Tahun 1954, ketika rakyat Jambi berjuang untuk mendirikan Provinsi Jambi, salah seorang tokoh masyarakat Kerinci datang ke Bangko untuk menghadiri pertemuan dengan Front Pemuda Jambi. Kedatangan beliau dalam rangka untuk memasukkan Kerinci ke dalam Provinsi Jambi. Ia mengatakan bahwa "Pucuk Jambi Sembilan Lurah", tidak lengkap kalau di dalamnya tidak termasuk Kerinci.[11]

Pada waktu Dewan Banteng menguasai daerah Sumatera Tengah, Kerinci dijadikan kabupaten tersendiri. Pada waktu yang hampir bersamaan, Pemerintah Pusat mengeluarkan UU Darurat No 19 tahun 1957 yang membagi Provinsi Sumatra Tengah menjadi tiga dareah Swatantra Tk I, yaitu : Sumbar, Riau dan Jambi.

  1. Sumatra Barat, meliputi daerah darek Minangkabau dan Rantau Pesisir
  2. Riau, meliputi wilayah Kesultanan Siak, Pelalawan, Rokan, Indragiri, Riau-Lingga, ditambah Rantau Hilir Minangkabau: Kampar dan Kuantan.
  3. Jambi, meliputi bekas wilayah Kesultanan Jambi ditambah Pecahan dari Kabupaten Pesisir Selatan-Kerinci: Kerinci.

Melalui UU No 61 tahun 1958, Kerinci ditetapkan menjadi satu kabupaten yang berdiri sendiri,nsebagai pecahan dari Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci dan masuk ke dalam wilayah Jambi.

Tahun 1970, Sistem Kemendapoan (setingkat kelurahan) yang telah dipakai sejak ratusan tahun lalu, dihapuskan. Istilah dusun diganti menjadi desa.

Nama "Kerinci" berasal dari bahasa Tamil "Kurinci". Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah. Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti 'kawasan pegunungan'.

Zaman dahulu, Sumatra dikenal dengan istilah Swarnadwipa atau Swarnabhumi (tanah atau pulau emas). Kala itu Kerinci, Lebong, dan Minangkabau menjadi wilayah penghasil emas utama di Indonesia (walaupun kebanyakan sumber emas terdapat di luar Kabupaten Kerinci di daerah Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin). Di daerah Kerinci banyak ditemukan batu-batuan Megalitik dari zaman Perunggu (Bronze Age) dengan pengaruh Budha termasuk keramik Tiongkok. Hal ini menunjukkan wilayah ini telah banyak berhubungan dengan dunia luar.

Awalnya Kerinci adalah nama sebuah gunung dan danau (tasik), tetapi kemudian wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama. Dengan begitu daerahnya disebut sebagai Kerinci (Kinci atau Kince atau “Kincai” dalam bahasa setempat), dan penduduknya pun disebut sebagai orang Kerinci.





Kamis, 07 Juli 2022

Alternatif Bisnis Untuk di Desa

 

 Hasil survei peluang bisnis mbak dan Om itu :

1. Di perumahan rakyat yg tipe 27-36, dan di dusun biasanya laku kalo jualan:

-air isi ulang

-warung sembako

-jualan gas

-warung nasi

-warung sayur

-bakso

2. Daerah yg deket perumahaan middle up, dan perumahan dusun yg bnyak pegawainya biasanya ada:

-minimarket

-laundry

-toko roti/kue

-penjual makanan

3. Daerah yg deket kampus atau perkantoran, biasanya ada:

-fotokopi

-rental komputer

-minimarket

-warung nasi

-toko atk/buku

-penjual makanan

4. Di dekat tempat wisata selalu ada:

-penginapan

-toko oleh²

Kalau yg lagi mikir mau usaha apa sekarang ini.. itu gambaran umumnya... jangan lagi ngikut² apapun gawe kami.... karena sudah terlalu banyak saingan.... nak ngikut juga.. cepat lah buat pengakuan yg di ikuti ini emang sudah dasarnya padek... bilang ampun suhu kayo memang padek .. silakanlah ikuti 😴😴😴

Selasa, 02 Maret 2021

Tidak ada makan siang yang gratis

 


 Sering kali kita mendengar beberapa istilah yang digunakan banyak orang untuk menyampaikan beberapa maksud/tujuan untuk kepentingan diri sendiri, tanpa diketahui orang banyak namun cukup berdaya ledak ultra massif sehingga banyak orang yang mau menuruti apa yang kita mau dengan sendirinya (sebenarnya ini merupakan cara pemaksaan paling halus yang pernah ada dikolong langit ini). 

There is no free lunch atau yang diterjemahkan secara bebas merupakan tidak ada makan siang yang gratis merupakan istilah dari dunia ekonomi yang berarti “tidak ada makan siang gratis” atau dalam bahasa Inggrisnya There no ain’t such thing as a free lunch digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang cuma-cuma di dunia ini. Yang ada hanyalah subsidi silang. Awal ungkapan ini, di tahun 1872, New York Times menceritakan bahwa makan siang gratis muncul sebagai tren umum di Crescent City (New Orleans). 

Mereka memberi makan siang gratis, meskipun minumnya harus bayar. Para pemilik bar bertaruh bahwa pengunjung akan minum lebih dari satu kali. Jadi tetap saja ada seseorang yang membayar untuk sesuatu. Fakta bahwa model ini bertahan cukup lama, menunjukkan bahwa pertaruhan para pemilik bar tersebut dapat diterima secara bisnis. (wikipedia.com) Pun setelah definisi diatas banyak yang memanfaatkan istilah ini untuk kepentingan tertentu, seperti mengajaka banyak orang untuk bergabung ke Multi Level Marketing, usaha yang kebanyakan menawarkan uang berlipat lipat ganda tanpa harus bekerja. Atau dalam keadaan lebih eksplosif mengajak orang untuk bergabung kedalam sekte-sekte tertentu serta mengajak banyak orang untuk menjalankan hal negatif lainnya.

 Satu point yang harus dicatat adalah perkuat diri kalian dengan pengetahuan, bisa saja banyak disekitar kalian yang memberikan "makan siang yang tidak gratis" mungkin untuk kepentingan bisnis atau yang lebih membahayakan untuk kepentingan negatif ultra berbahaya. Hanya kalian yang dapat menyaring semua informasi yang diberikan jangan sekali kali menerima bulat-bulat apa yang orang kasih. Karena siapa tahu, itu memang benar makan siang yang tidak gratis

Selasa, 16 Februari 2021

Cara Manajemen Keuangan Anak Kost Agar Tetap Jadi Sultan....

 

Manajemen keuangan untuk anak kost bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Kamu bisa melakukan langkah sederhana dengan belajar dari pengalaman sendiri, mencontoh orang lain, mengikuti influencer, bahkan mengikuti kelas tentang keuangan.

Caraa Manajemen Keuangan Anak Kost Agar Tetap Jadi Sultan di Akhir Bulan – Sumber utama pemasukan anak kost yang belum bekerja biasanya berasal dari kiriman orang tua. Jumlah kiriman tersebut bervariasi tergantung penghasilan orang tua maupun kesepakatan dengan anak kost. Selain mengirimkan uang untuk biaya sewa kost, ada uang kuliah, uang makan, dan tentunya uang jajan.

Manajemen Keuangan Ala Anak kost

Nasib anak kost yang berbeda-beda bukanlah penghalang untuk bisa menjadi sultan di akhir bulan. Percuma saja jika kamu diberi kiriman uang dalam jumlah besar kalau justru tidak bisa mengelolanya. Tidak jarang anak kost dari keluarga sederhana yang diberi kiriman pas-pasan justru bisa berhemat dan banyak menabung. Sebaliknya, di akhir bulan pun nasib anak kost dari orang tua kaya raya bisa sangat bertolak belakang.

Mungkin kamu pernah mendapati ada anak kost yang tetap tampil gaya dan bisa membeli barang-barang mewah meskipun sudah akhir bulan. Terkadang anak kost yang terlihat pas-pasan justru mampu makan makanan enak dan tidak hanya mi instan. Ia akan melakukan manajemen keuangan agar bisa menikmati hasil jerih payahnya pada akhir bulan di saat ada banyak anak kost kesulitan. Inilah yang seringkali disebut dengan gaya hidup ala sultan. Untuk bisa terlihat seperti itu, anak kost yang baik tidak akan rela berhutang, tetapi dengan melakukan manajemen keuangan.

Manajemen keuangan untuk anak kost bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Kamu bisa melakukan langkah sederhana dengan belajar dari pengalaman sendiri, mencontoh orang lain, mengikuti influencer, bahkan mengikuti kelas tentang keuangan. Tujuan manajemen keuangan untuk anak kost setelah mendapatkan kiriman dari orang tua tentu bukan semata karena ingin kaya raya atau mirip sultan. Tapi, anak kost sebenarnya sedang belajar mengatur keuangan dengan baik agar semua kebutuhan terpenuhi, dan pastinya masih memiliki sisa uang dalam jumlah banyak pada akhir bulan. Penasaran bagaimana cara manajemen keuangan anak kost agar bisa bergaya seperti sultan?

1.Mengalokasikan Dana untuk Membayar Kost

pixabay.com

Kebutuhan pertama yang wajib diutamakan anak kost adalah biaya sewa kost. Sudah banyak pengalaman anak kost yang tidak disukai pemilik hingga dibenci dan diusir pemiliknya karena menunggak biaya sewa. Jangan sampai kamu mengalami pengalaman yang sama. Setelah anak kost mendapatkan kiriman dari orang tua, langsung alokasikan dana tersebut dengan memberikannya pada ibu kost. Buatlah daftar rincian pembayaran sewa kost, mulai dari biaya sewa kamar, biaya listrik, biaya internet wifi, biaya air, dan biaya lainnya jika adal.

Tips ini berlaku bagi kamu yang tinggal di kost bulanan atau mingguan. Untuk penghuni kost tahunan, pembayaran kost secara tunai tidak perlu memikirkan tagihan sewa bulanan. Mintalah bukti pada pemilik kost bahwa kamu sudah melakukan pembayaran tepat waktu, sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari apabila pemilik kost lupa. Bebas tunggakan dari biaya sewa kamar kost akan membuatmu sedikit lega. Sebab, kamu masih memiliki sisa uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

2.Membayar Biaya Kuliah

Jangan lupa untuk membayar biaya kuliah tepat waktu sebelum jatuh tempo. Pihak kampus akan mengumumkan besaran biaya yang perlu dikeluarkan mahasiswa jauh sebelum batas waktu pembayaran. Kamu pun bisa bersiap-siap untuk meminta kiriman orang tua. Namun, jangan berbohong atau melebih-lebihkan kebutuhan biaya kuliah demi mengincar uang sisa.

Setelah mendapatkan kiriman biaya kuliah, lakukan pembayaran di tempat yang sudah ditunjuk. Kamu pun bisa bernafas lega karena bisa tetap meneruskan studi tanpa perlu khawatir diminta cuti kuliah karena terlambat membayar. Rincian biaya kuliah di setiap kampus tidak sama. Terdapat kampus yang sudah memasukkan biaya SKS, praktikum, dan biaya PKL pada SPP. Namun, ada pula yang memisahkannya. Sebagai mahasiswa sekaligus anak kost, sangat penting untuk memastikan rincian biaya kuliah sebelum membayarnya. Untuk keperluan SPP, kamu tidak bisa berharap terlalu banyak untuk mendapatkan uang sisa, kecuali kamu berstatus sebagai penerima beasiswa.

3.Membeli Kebutuhan Pokok

pixabay.com

Prioritas ketiga yang perlu kamu utamakan setelah mendapatkan uang adalah membeli kebutuhan pokok. Sebagai anak kost yang mengalami pembengkakan biaya makan, memasak sendiri menjadi solusi. Oleh karena itu, kamu bisa mengalokasikan budget untuk membeli bahan baku makanan. Agar lebih hemat, berbelanjalah di pasar tradisional dan jangan lupa menawar harga pada penjual.

Tidak masalah jika kostmu belum dilengkapi dapur, sehingga kamu tidak bisa memasak. Kamu pun bisa mengalokasikan budget untuk membeli kebutuhan makanan dengan membuat daftarnya selama satu bulan. Jika setiap hari kamu membutuhkan uang makan 100 ribu rupiah, sesekali kamu perlu mencari tempat makan yang murah agar bisa menyisihkan uang makan. Kebutuhan pokok lainnya yang perlu diutamakan anak kost adalah pembelian minum, baik berupa botol maupun galon, serta obat-obatan darurat.

4.Nongkrong ke Tempat Murah

pixabay.com

Selama masih berstatus sebagai anak kost, sebaiknya hindari tempat-tempat nongkrong berbayar pada awal bulan. Meskipun kamu diajak teman dan merasa tidak enak untuk menolak, ingat kembali motivasimu bergaya hidup hemat demi menjadi sultan pada akhir bulan. Jika diminta untuk ikut nongkrong, kamu bisa memilih tempat makan lesehan, taman, lapangan terbuka, alun-alun, atau tempat lainnya yang tidak memerlukan biaya. Hindari cafe, mall, atau tempat yang berpotensi membuatmu mengeluarkan budget besar pada awal bulan.

5.Membeli Barang Diskon

pixabay.com

Anak kost perlu mengetahui barang apa saja yang dibutuhkannya. Ketika menemukan ada diskon pada barang tersebut, sebaiknya langsung lakukan pembelian tanpa menunda. Sebab, pada akhirnya kamu juga akan membeli barang tersebut suatu saat nanti. Contohnya ketika terdapat diskon sabun cuci, anak kost bisa langsung membelinya karena pada akhirnya anak kost juga akan memerlukannya. Uang sisa dari alokasi pembelian barang awal bisa kamu tabung dan gunakan untuk belanja pada akhir bulan. Adanya cashback dari belanja online pun dapat kamu manfaatkan. Nantinya, cashback tersebut dapat kamu gunakan untuk pembelian barang selanjutnya.

6.Membatasi Pemakaian Uang Digital dan Kartu Debit

pixabay.com

Kemudahan bertransaksi yang bisa dilakukan siapa pun dan dimana pun menggunakan sistem terintegrasi tentu sangat memudahkan aktivitas. Namun, kemudahan ini jangan sampai membuat anak kost lupa diri bahwa ia harus tetap menyisihkan uang kriiman orang tua. Agar keuangan tetap terkontrol, batasi pengisian mata uang digital. Jangan mudah terpengaruh promo atau diskon untuk barang yang tidak kamu gunakan. Jika berbelanja menggunakan kartu debit, pastikan kartu tersebut berisi uang khusus belanja dan terpisah dari tabungan lain atau dana darurat.

7.Membawa Air Minum Sendiri

pixabay.com

Sadarkah kamu bahwa pengeluaran untuk membeli minum di sebuah tempat makan biasanya lebih tinggi daripada harga makanan itu sendiri? Padahal, kamu bisa membawa minum dari kost. Tinggal beli air galon dan isi botol minum milikmu. Cara ini bisa menghemat budget pembelian minuman saat makan di luar. Namun, kamu perlu memastikan bahwa di tempat tersebut memang diizinkan untuk membawa minuman sendiri. Selain itu, ketika jalan-jalan atau olahraga pun kamu bisa lebih hemat daripada membeli minuman di sana.

Pada akhirnya, ilmu tentang manajemen keuangan tidak hanya bermanfaat ketika kamu menjadi anak kost saja. Sekalipun kamu sudah lulus kuliah, bahkan berkeluarga, jika kamu sudah terbiasa menerapkan prinsip manajemen keuangan, bukan hal mustahil untuk hidup seperti sultan di akhir bulan. Jangan lelah untuk terus belajar dan menambah ilmu tentang finansial.

Demikian informasi cara manajemen keuangan anak kost agar tetap jadi sultan di akhir bulan yang bisa kamu terapkan. Untuk mendapatkan tambahan pemasukan, carilah tempat belanja yang menawarkan cashback, diskon, atau promo lainnya. Semoga berhasil!

Selasa, 17 April 2012

BPR, Motor Penggerak Penyelamat Ekonomi

 
Pimpinan Talago Batuah Group bersama Kepala BPR / BANK Kerinci
ANDA Anda Ingin Menabung...? Hubungi kantor kami. Kami akan segera melayani Anda. Tidak menunggu besok...! Di sisi lain ada pesan bijak berbunyi: menabung waktu muda untuk dibelanjakan pada hari tua. Menabung selagi punya untuk dibelanjakan pada hari susah...! Menanti simpanan Anda dengan bunga menarik.

DEMIKIAN umumnya tertulis pada brosur-brosur sebuah lembaga perkreditan rakyat di Negeri ini, yang disebarkan ke rumah-rumah penduduk sebuah kompleks perumahan. Sederhana serta tercetak dengan tinta hitam dan merah di atas kertas HVS. Begitulah lembaga perkreditan rakyat mencari nasabah. Sangat jauh dari gebyar mewah bank-bank besar beraset triliunan rupiah dengan hadiah ratusan miliar rupiah. Banyak orang yang melirik lembaga ini pun langsung alergi. Padahal, tak terhitung jumlahnya orang yang tertolong dan pengusaha yang terselamatkan. Bahkan, tidak sedikit pengusaha kecil menjadi besar dengan omzet miliaran rupiah karena memulai usahanya dengan bermitra bersama lembaga perkreditan rakyat.

"Pada tahun 2010, kami merasa harus mengembangkan bisnis, tetapi tidak memiliki modal yang cukup. Syukurlah ada BPR Difobutama sehingga kami mendapat pinjaman dalam waktu yang singkat dan dengan agunan yang tidak berat. Ketika itu kami menyerahkan BPKB mobil. Dalam waktu dua hari saya mendapat pinjaman dan lambat laun usaha kami semakin berkembang," kata salah satu nasabah, saat mengisahkan perjalanan bisnis keluarganya.

UNTUK mendapatkan

nasabah, setiap BPR memiliki divisi pemasaran yang selalu berkeliling ke pasar, sentra industri kecil, dan permukiman, terutama untuk menjangkau warung dan toko. Dengan mengendarai sepeda motor, staf pemasaran menawarkan pinjaman, mengambil cicilan, dan mengumpulkan tabungan. Para staf tersebut yang menjadi ujung tombak BPR untuk menjaga hubungan dengan para nasabah mereka.

Dengan sistem jemput bola, para nasabah akan merasa mudah melakukan transaksi perbankan tanpa harus datang ke bank. Sistem itu yang membuat mereka lebih memilih BPR daripada bank umum dalam pengambilan pinjaman. Selain itu, BPR juga menerapkan syarat yang longgar dan proses yang mudah bagi para nasabahnya untuk mengambil kredit.

Mayoritas nasabah BPR tersebut merupakan pedagang kecil, penjual makanan keliling, dan pemilik warung-warung kelontong yang tidak membutuhkan dana besar untuk meningkatkan usaha mereka. Para nasabah dapat mencicil pinjaman mereka secara harian atau mingguan melalui tenaga pemasaran yang berkeliling, tetapi cicilan itu akan diakumulasikan dalam bentuk tabungan .

Setiap nasabah akan mengambil pinjaman, BPR menilai kelayakan usaha mereka terlebih dahulu. Penilaian itu didasarkan pada kemungkinan usaha itu tumbuh dan menghasilkan laba yang memadai. Semakin baik prospek usaha yang akan dikembangkan, semakin mudah BPR memberikan kredit.

JENIS pinjaman juga disesuaikan dengan besaran omzet BPR. Bagi BPR yang memiliki omzet di bawah Rp 2 miliar, proporsi kredit produksi jauh lebih tinggi daripada kredit konsumsi. Kredit produksi, menurut dapat menjamin tingkat pengembalian dan kelancaran cicilan. Para pengusaha kecil dan mikro akan serius dalam menjalankan usaha mereka jika mendapat pinjaman dari BPR.

Bagi BPR yang memiliki omzet di atas Rp 2 miliar, proporsi kredit konsumsi akan relatif seimbang dengan kredit produksi. Pengelolaan kredit konsumsi memerlukan biaya operasional yang lebih rendah daripada kredit produksi. Kerja sama yang baik dengan kepala dan bendahara suatu instansi pemerintah atau swasta dapat memudahkan proses penawaran, pengurusan, dan penarikan cicilan kredit.

Namun, bank umum mempunyai kewajiban untuk menyalurkan kredit ke pengusaha kecil dan mikro (PKM) sesuai kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia.  ketersediaan dana kredit untuk PKM dan ketidakmampuan bank umum menyalurkan kredit itu menyebabkan kemacetan dana dan kelambanan pembangunan.

Oleh karena itu dimengharapkan pemerintah menciptakan strategi besar yang melibatkan bank umum, BPR, dan lembaga kredit mikro (LKM) dalam sebuah program yang terintegrasi. Dalam program itu, dana bank umum yang dialokasikan untuk kredit bagi PKM dapat disalurkan sebagai pinjaman kepada BPR dan LKM dengan bunga yang lebih rendah daripada bunga komersial, rasio pinjaman dan agunan yang lebih besar, dan kemudahan proses peminjaman.

Penyaluran dana melalui BPR dan LKM dengan disertai peningkatan sumber daya manusia PKM diharapkan dapat menggairahkan sektor riil dan meningkatkan kemampuan kompetisi para pelaku ekonomi. Semakin besar dana yang dapat diserap para pengusaha, semakin besar efek multiplier yang terjadi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada konsumsi, tetapi juga kepada aktivitas ekonomi produktif.

Yan Salam Wahab