Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Showbiz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Showbiz. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2026

LSM dan Hukum: Dua Lembar Kertas yang Bisa Menidurkan Seorang Pejabat di Penjara

 

Hukum sering kali dipandang sebagai bangunan megah yang hanya bisa digerakkan oleh lembaga resmi negara. Namun, sejarah dan kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa LSM yang ahli hukum mampu memainkan peran besar dalam menentukan nasib seseorang. Dengan hanya dua lembar kertas—surat resmi yang disusun dengan kecermatan dan keberanian—seorang pejabat bisa kehilangan kebebasannya dan terpaksa “tertidur” di balik jeruji penjara.  


Kekuatan itu lahir dari kombinasi antara pengetahuan hukum yang tajam dan keberanian moral untuk menantang kekuasaan. LSM yang benar-benar menguasai hukum tahu persis bagaimana menyusun laporan, bagaimana menempatkan pasal, dan bagaimana menggerakkan aparat penegak hukum. Dua lembar kertas yang tampak sederhana bisa menjadi senjata yang mematikan: satu lembar berisi laporan dugaan tindak pidana, satu lembar berisi bukti awal yang cukup untuk membuka pintu penyidikan.  


Di mata publik, hal ini sering tampak ajaib. Bagaimana mungkin hanya dengan dua lembar kertas, seorang pejabat yang selama ini tampak kebal bisa dijatuhkan? Jawabannya ada pada kehebatan memainkan hukum. LSM yang ahli hukum tidak sekadar menulis, mereka menulis dengan strategi. Setiap kata dipilih untuk menekan, setiap pasal ditempatkan untuk mengunci, dan setiap bukti disusun untuk menjerat.  


Ironinya, pejabat yang selama ini merasa kuat justru bisa “tertidur” di penjara karena kelalaian kecil yang dibungkus rapi dalam laporan hukum. Publik pun melihat bahwa hukum bukan hanya milik penguasa, tetapi juga bisa menjadi senjata rakyat ketika dimainkan oleh tangan yang tepat.  


Dua lembar kertas itu menjadi simbol bahwa keadilan tidak selalu membutuhkan ribuan halaman berkas. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah keberanian LSM untuk menuliskan kebenaran dengan jelas, ringkas, dan tajam. Ketika laporan itu masuk ke meja penyidik, roda hukum mulai berputar, dan pejabat yang semula gagah bisa kehilangan segalanya.  


Pada akhirnya, kehebatan hukum bukan hanya soal pasal, melainkan soal siapa yang berani menggunakannya. LSM, advokat, dan penggiat hukum lainnya adalah aktor yang mampu menjadikan hukum sebagai panggung besar. Dengan hanya dua lembar kertas, mereka bisa menulis naskah yang membuat seorang pejabat tertidur di penjara, sekaligus membuktikan bahwa hukum bisa menjadi alat pembebasan rakyat dari tirani kekuasaan.  



Jumat, 02 Januari 2026

Bahaya Pinjol: Gagal Bayar, Hidup Bisa Berantakan

 

Pinjol itu manis di awal. Butuh uang cepat, tinggal klik, langsung cair. Tapi di balik manisnya, ada racun yang bisa bikin hidup berantakan. Mantan debt collector pernah cerita di podcast, bagaimana orang yang gagal bayar jadi benar-benar “telanjang” di hadapan pinjol.  


Begitu kita setuju syarat aplikasi, IMEI handphone, nomor telepon, dan email otomatis tercatat. Ada alat canggih bernama cyber tool yang bisa membuka isi ponsel: galeri, riwayat panggilan, bahkan lokasi. Sekali gagal bayar, foto pribadi bisa dijadikan senjata. Mereka bisa kirim ke teman, keluarga, atau siapa saja. Ancaman bukan lagi sekadar tagihan, tapi tekanan psikologis yang bikin hidup kacau.  


Padahal jelas, Undang-Undang ITE Pasal 30 melarang akses dokumen elektronik tanpa izin. Ancaman pidananya enam tahun penjara. Artinya, praktik membuka isi ponsel peminjam itu melanggar hukum. Tapi kenyataannya, banyak korban memilih diam karena takut dan malu.  


Intinya sederhana: kalau mau pinjam, pastikan sanggup bayar. Jangan tergoda klik instan tanpa hitung risiko. Kalau terpaksa, pilih jalur resmi yang diawasi OJK. Jangan sembarangan kasih izin aplikasi. Dan kalau ada ancaman, laporkan. Jangan biarkan privasi kita jadi alat mainan.  


Pinjol bukan sekadar soal bunga. Ia bisa merampas martabat. Jangan biarkan satu klik sembrono mengendalikan hidup kita.  


Oleh : 

Adv. Yan Salam Wahab, SHI, M.Pd

Advokat/Pengacara, konsultan Hukum, Aktivis Kemasyarakatan Pengamat Lingkungan, Sosial, Pendidikan dan Hukum








Minggu, 28 Desember 2025

Terimalah Dirimu, Karena Kamu Memang Tidak Akan Diterima di Lingkaran Orang Kaya

 

Jangan terlalu capek, karena kamu tidak akan pernah diterima di lingkaran Mereka. 

Jas yang kamu beli mungkin setara tiga bulan gaji. Sepatu kulit yang kamu poles setiap minggu, jam tangan yang kamu cicil bertahun-tahun, atau kopi mahal yang kamu pesan di kafe elit—semua itu kamu lakukan supaya bisa “masuk” ke lingkaran mereka, supaya terlihat setara dengan pria-pria kaya. Namun kenyataan pahit berkata: kamu tidak akan pernah diterima sebagai bagian dari mereka.  


Pierre Bourdieu, sosiolog Prancis, menjelaskan konsep habitus. Habitus adalah kebiasaan, selera, dan cara hidup yang tertanam sejak kecil. Ia bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam semalam, apalagi dibeli di pusat perbelanjaan. Struktur kelas sosial jauh lebih dalam daripada sekadar merek jas atau jam tangan yang menempel di tubuhmu.  


Ingat masa kecil kita. Untuk membeli mainan, kita harus menabung recehan demi recehan, bahkan rela menahan lapar di jam istirahat sekolah. Sementara itu, anak-anak dari keluarga kaya tidak perlu menabung. Saat liburan tiba, orang tua mereka membawa mereka berwisata ke Eropa, melihat Louvre di Paris, atau menonton opera di Wina.  


Perbedaan pengalaman ini membentuk habitus yang berbeda. Bagi mereka, kemewahan dan budaya tinggi adalah hal biasa, bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi kita, kemewahan adalah hadiah langka yang harus diperjuangkan dengan susah payah.  


Ketika kita mengenakan jas mahal, yang terpancar adalah kesan “pura-pura”. Sebaliknya, mereka memancarkan kesan “alami” dan “mudah”. Justru usaha kita untuk terlihat elegan menjadi tanda paling jelas bahwa kita bukan bagian dari mereka.  


Menjadi elit bukan hanya soal uang. Bourdieu menegaskan bahwa kelas atas mempertahankan status melalui modal budaya: pengetahuan, selera, cara berbicara, hingga cara makan.  


Orang yang ingin terlihat kaya biasanya membeli barang dengan logo besar agar semua orang tahu harganya. Sebaliknya, orang yang lahir dari keluarga kaya (old money) justru menghindari logo. Mereka memilih quiet luxury—pakaian polos yang harganya jauh lebih mahal, namun hanya mereka dan lingkaran mereka yang tahu kualitasnya.  


Ada jurang psikologis yang sulit dijembatani. Kita mengenakan jas dengan rasa cemas: “Apakah gaji bulan depan cukup?” atau “Jangan sampai sepatu ini tergores.” Orang kaya tidak memiliki kecemasan itu. Jika rusak, mereka membeli lagi. Ketidakpedulian (nonchalance) adalah kemewahan tertinggi—dan itu tidak bisa dicicil.  


Kita minum kopi mahal supaya terlihat keren di Instagram story. Mereka minum kopi sejak kecil di rumah dengan biji pilihan yang sudah jadi tradisi keluarga. Kita sibuk belajar gaya hidup, mereka sudah lahir dengan gaya hidup itu.  


Bourdieu menyebut fenomena ini sebagai “pretensi kelas menengah”. Semakin keras kita meniru, semakin cepat mereka mengubah aturan. Begitu kita mampu bergaya dengan jas bermerek, mereka menyebutnya norak dan beralih ke merek lain yang lebih eksklusif. Kita terus berlari di treadmill yang tak berujung, kelelahan dan bangkrut, hanya untuk ditertawakan diam-diam oleh mereka.  


Menyakitkan memang, menyadari bahwa pintu menuju kelas atas tertutup rapat. Namun ada kebebasan dalam kesadaran ini. Berhentilah memuja ke atas. Validasi dari mereka hanyalah racun yang membuat kita lupa siapa diri kita sebenarnya.  


Alih-alih mencicil gaya hidup, lebih baik berinvestasi pada pengetahuan. Buku dan ilmu adalah modal yang tidak bisa dimonopoli oleh orang kaya. Jika mereka punya foto perjalanan ke Eropa, kita bisa punya perpustakaan. Karisma sejati lahir dari isi kepala, bukan dari logo di pakaian.  


Daripada bercita-cita menjadi mereka, lebih baik menuntut mereka. Jangan ingin masuk ke benteng mereka untuk ikut pesta pora. Cita-citakanlah meruntuhkan benteng itu agar sumber daya dibagi lebih adil. Gunakan pengetahuan untuk membela yang tertindas, dan jadilah ancaman bagi keserakahan mereka.  


Belajar sejarah bukan sekadar menghafal tanggal. Sejarah mengajarkan mengapa dunia ini tidak adil. Kekayaan mereka sering dibangun di atas penderitaan orang-orang seperti kita. Kesadaran kelas membuat kita paham bahwa kemiskinan bukan kegagalan pribadi, melainkan hasil dari sistem yang menguntungkan segelintir orang.  


Kawan, menjadi cerdas, sadar, dan berani adalah bentuk kemewahan sejati. Biarkan mereka sibuk dengan pesta pora dan barang mewahnya. Kita punya tugas yang lebih mulia: menciptakan dunia di mana martabat manusia tidak diukur dari jas, sepatu, atau jam tangan.  

Kawan, kita punya tugas untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.  






Attensi dari...  neohistorian!  


Rabu, 03 Desember 2025

Epik Kosmik Dua Belas Zodiak: Simbol, Ciri, Kelebihan & Kelemahan

 


 Zodiak bukan sekadar ramalan, melainkan hasil penelitian para ahli masa lalu—dari tradisi Bangsa Mesir, Yahudi, Romawi.hingga Yunani—yang berusaha menghubungkan langit dengan psikologi serta karakter manusia. Penggalian terhadap zodiak bahkan menjadi salah satu kekuatan bangsa Mesir, Yahudi, Romawi, dan Yunani dalam berperang serta menyusun strategi mengalahkan lawan yang tertera  pada Piramida, kuil-kuil.dan peninggalan era kuno. 

Dengan mengetahui zodiaknya, mereka membaca kelemahan dan kekuatan musuh, lalu menggunakannya sebagai senjata diplomasi dan lobi. Pada masa kekaisaran, khusus bangsa Yahudi dikenal memanfaatkan pengetahuan zodiak dalam lobi ekonomi dan perdagangan, sehingga mampu menguasai jalur-jalur penting dunia. Secara ilmiah, zodiak dipandang sebagai sistem simbolik yang menghubungkan pergerakan benda langit dengan pola psikologi manusia, menjadi dasar awal bagi kajian karakter, strategi sosial, dan bahkan ilmu politik kuno. Inilah gambaran ringkas dari masing-masing Zodiak,


♒ Aquarius (20 Jan – 18 Feb)

Air mengalir dari hulu ke hilir, tak pernah berbalik arah.  

Apa yang pertama kali dikatakan dan direncanakan, itulah yang akan dilakukannya.  

Meski tampak tidak konsisten, justru inilah zodiak paling konsisten di balik layar.  

Aquarius adalah pemberi dan pengendali air, unsur yang menjadi kebutuhan semua makhluk hidup dan semua zodiak.  

Tidak ada lawan bagi Aquarius dalam membentuk wadah, ikatan, organisasi, bahkan negara.  

Ia mampu melebur semua dalam satu wadah—ide, orang, bahkan bangsa.  


- Kelebihan: inovatif, visioner, organisator ulung, humanis.  

- Kelemahan: keras kepala, dingin, sulit ditebak.  

✨ Sifat nyata: suka kebebasan, berpikir jauh ke depan, peduli isu sosial, konsisten dalam prinsip.  


---


♓ Pisces (19 Feb – 20 Mar)

Ikan berenang berlawanan arah, seolah tak pernah sepakat.  

Air adalah rumahnya, dan ia tak bisa hidup tanpa Aquarius.  

Pisces hidup di dalam air, tapi sering lupa bahwa ia hidup di dalam air—seolah air tak ada baginya, tanpa menyadari bahwa bila ia lepas dari air, ia akan mati.  


- Kelebihan: penuh kasih, imajinatif, spiritual, empati tinggi.  

- Kelemahan: mudah hanyut, melarikan diri dari kenyataan, kurang praktis.  

✨ Sifat nyata: romantis, penuh intuisi, suka seni, kadang terlalu melankolis.  


---


♈ Aries (21 Mar – 19 Apr)

Sedikit cuek, tapi bila ditantang, ia domba pemarah yang bisa menyeruduk.  

Api pertama yang menyala, berani membuka jalan bagi zodiak lain.  

Tanpa air, api Aries membakar dirinya sendiri.  

Aries adalah domba ambisius, bahkan ia sangat serius bila menginginkan sesuatu. Ia suka tantangan sebagaimana Taurus, dan tidak pernah mundur bila ada rintangan di depannya. Energinya meluap, tanduknya siap menyeruduk siapa saja yang menghalangi jalannya.  


- Kelebihan: berani, penuh energi, pemimpin alami, kompetitif, ambisius.  

- Kelemahan: impulsif, mudah marah, egois, keras kepala.  

✨ Sifat nyata: penuh semangat, suka tantangan, cepat bertindak.  


---


♉ Taurus (20 Apr – 20 Mei)

Banteng kokoh di padang hijau, tak tergoyahkan.  

Taurus adalah pengendali tanah, pijakan bagi Capricorn dan Virgo.  

Tanahnya hanya subur bila disiram air.  

Ia adalah benteng yang kuat, sekali-sekali bisa marah tanpa banyak pikir. Rumput yang diinjak akan hancur, dan dengan kekuatan apapun ia berani melawan serta menyeruduk dengan tanduknya yang tajam.  


- Kelebihan: sabar, setia, stabil, pekerja keras, cinta kenyamanan.  

- Kelemahan: keras kepala, posesif, enggan berubah, materialistis.  

✨ Sifat nyata: praktis, suka keindahan, cinta keamanan.  


---


♊ Gemini (21 Mei – 20 Jun)

Gemini tidak bisa berdiri pada satu kaki—selalu ada dua atau lebih.  

Gemini bisa beruntung selama ia mampu menyembunyikan rahasia posisinya.  

Ia suka melihat air karena hanya di permukaan air ia bisa bercermin dan melihat kedua wajahnya sekaligus.  

Gemini tidak bisa jauh lepas dari air, karena kebutuhan berkaca pada airlah ia bisa selamat. Dari pantulan air itulah ia tetap waspada dan mampu menyembunyikan rahasia. Hanya cermin air yang bisa memperlihatkan kedua sisi wajahnya langsung.  


- Kelebihan: komunikatif, cerdas, fleksibel, penuh ide, hoki.  

- Kelemahan: mudah gelisah, tidak konsisten, manipulatif.  

✨ Sifat nyata: ramah, cepat belajar, suka variasi.  


---


♋ Cancer (21 Jun – 22 Jul)

Kepiting seolah ingin membenci air, tapi ia sama sekali tidak bisa hidup jauh darinya.  

Berjalan menyamping, keras di luar, lembut di dalam.  

Sekali menjepit, bisa meninggalkan bekas lama.  


- Kelebihan: intuitif, penuh kasih, setia.  

- Kelemahan: sensitif berlebihan, mood swing, bergantung.  

✨ Sifat nyata: penuh perasaan, suka melindungi.  


---


♌ Leo (23 Jul – 22 Agu)

Singa bangsa kucing bukan hanya gelisah pada air, tapi memang kucing dapat ditakuti dengan air bahkan takut padanya.  

Leo ingin menjadi raja, tapi terlalu bergantung pada yang lain dan hanya ia sendiri yang mau tampil.  

Leo selalu ingin berada di atas bak raja, tidak suka posisinya rendah. Keinginan untuk terus meninggi itulah yang menjadi celah kelemahannya, yang bisa dimanfaatkan orang lain bila tidak disadari.  


- Kelebihan: percaya diri, kreatif, karismatik, pemimpin alami.  

- Kelemahan: ego besar, haus perhatian, ambisi berlebihan.  

✨ Sifat nyata: penuh pesona, suka sorotan, kadang terlalu dramatis.  


---


♍ Virgo (23 Agu – 22 Sep)

Sang perawan teliti, merajut detail demi kesempurnaan, namun kadang kasar dalam kritiknya.  

Virgo adalah pengendali detail, memberi struktur pada Taurus dan menyeimbangkan Gemini.  

Tanah yang ia rawat hanya hidup bila disiram air.  

Si perawan ini bisa sangat egois dan kasar, namun tetap konsisten dan loyal pada yang disukainya, selama sesuai dengan seleranya.  


- Kelebihan: analitis, perfeksionis, praktis, loyal.  

- Kelemahan: terlalu kritis, cemas, sulit puas, egois.  

✨ Sifat nyata: suka keteraturan, sering menjadi “penyembuh” sosial.  


---


♎ Libra (23 Sep – 22 Okt)

Timbangan mencari keseimbangan, menimbang cinta dan logika.  

Libra adalah pengendali harmoni, menenangkan panas Aries dan racun Scorpio.  

Timbangan akan pas bila diisi dengan air, maka timbangan tidak bisa tanpa air. Jangan heran, unsur timbangan memang ada air sebagai penetapan.  


- Kelebihan: diplomatis, adil, ramah, hoki.  

- Kelemahan: mudah ragu, plin‑plan. Mudah terpengaruh pada yang lebih berat 

✨ Sifat nyata: cinta damai, suka keindahan.  


---


♏ Scorpio (23 Okt – 21 Nov)

Scorpio adalah pengendali racun, intens dan penuh misteri.  

Namun bila tidak hati‑hati, ia bisa menusuk dari belakang secara diam‑diam.  

Sekali merasa dikhianati, sengatannya bisa mematikan.  

Scorpio menyimpan kekuatan tersembunyi yang bisa menjadi pelindung sekaligus ancaman. Ia mampu mengendalikan racun, tapi juga bisa menggunakannya untuk melukai bila tidak terkendali.  


- Kelebihan: intens, penuh tekad, loyal.  

- Kelemahan: cemburu, manipulatif, pendendam.  

✨ Sifat nyata: penuh gairah, misterius, kadang ekstrem.  


---


♐ Sagittarius (22 Nov – 21 Des)

Pemanah berbadan kuda, zodiak berenergi yang terbuka.  

Setiap tembakannya langsung mengena.  

Namun ia tidak bisa menghadapi orang yang tidak transparan dan tidak terbuka—kejujuran adalah panahnya.  

Panah Sagittarius terlalu terbuka, kadang kebablasan bila tidak diingatkan. Ia menembak lurus, tapi sering melupakan batasan sehingga bisa melukai tanpa sengaja.  


- Kelebihan: optimis, jujur, petualang.  

- Kelemahan: tidak sabar, sulit berkomitmen, blak-blakan.  

✨ Sifat nyata: suka berpetualang, terbuka, kadang terlalu jujur berlebihan


Sumber : Horoskop







Kamis, 05 Juni 2025

Berjuang untuk Diri Sendiri: Kisah di Tengah Hujan

 

Hujan turun deras saat mobil itu mogok di tengah jalan. Lampu kota yang remang-remang memantulkan genangan air di aspal, sementara pemilik mobil duduk di dalam, berharap seseorang akan datang dan membantunya.  


Ia melihat beberapa orang lewat, tetapi tidak ada satu pun yang berhenti. Ia mengetuk-ngetuk stir, merasa putus asa. "Mengapa tidak ada yang mau membantu?" pikirnya.  


Beberapa menit berlalu, hujan semakin deras. Akhirnya, dengan penuh keberanian, ia membuka pintu mobil, keluar ke tengah hujan, dan mulai mendorong kendaraannya sendiri. Bajunya basah kuyup, sepatu penuh lumpur, tetapi ia tetap berusaha.  


Tiba-tiba, dari kejauhan, seorang pria melihat perjuangannya. Tanpa diminta, pria itu berlari mendekat dan ikut mendorong. Tak lama, beberapa orang lain juga ikut membantu. Dalam sekejap, mobil yang tadi terjebak mulai bergerak perlahan.  


Kisah ini bukan hanya tentang mobil yang mogok, tetapi tentang keberanian untuk berjuang bagi diri sendiri. Jika kita hanya menunggu bantuan tanpa berusaha, orang lain pun enggan turun tangan membantu. Namun, ketika kita menunjukkan tekad, tanpa perlu meminta, dunia akan memberi respon.  


Dalam hidup, Jika ingin perubahan, mulai dari diri sendiri—baru orang lain akan datang membantu.  




Senin, 24 Februari 2025

SENI DALAM BERSEDEKAH

 


Beberapa bapak² tua dengan gamis lusuhnya datang ke sebuah Rumah sekaligus sebagai gudang barang...., dari bajunya terlihat bapak² itu adalah pengurus rumah ibadah dari sebuah desa yg jauh terpencil.... 


Selama ini, Para pengunjung yg datang ke rumah plus sebagai gudang barang tersebut biasanya mayoritas adalah orang² berada alias pegawai, bos² CV/PT minimal Kepala Desa. Makanya Mereka rata-rata melihat dengan pandangan aneh kepada bapak² tersebut, tapi tidak dengan sang pemilik gudang...

“Mau cari apa pak?" tanya tuan rumah dengan ramah....

“Anu,,, kami mau beli Lampu enam buah untuk 3 buah mushalla di tempat kami....Tapi... .” Jawab nya ragu “Tapi kenapa pak?” 

“kami hanya punya uang 5 juta, apa cukup untuk membeli 6 unit? ... Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk menerangi orang yg mau ke mushalla karena daerah kami belum ada Listrik,” ucap bapak² tsb... 

“Oh tentu cukup pak, saya punya lampu bagus lampu asli SNI tahan lama, harga nya Cuma 1 juta aja. Kalau bapak membeli 5 saya kasi bonus 1 lampu lagi juga komplit dg tiang," Jawab sang pemilik gudang, 

Lega, wajah bapak² itu bersinar cerah, mereka menyodorkan uang 5 juta lalu membawa lampu² yang di belinya pulang ....


Seorang teman pemilik gudang seorang kepala Desa sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada (saya) pemilik gudang : 


“Apa Tidak salah? Tadi Kau bilang lampu itu yang  bagus yg Asli SNI itu, termasuk yg mahal yang ada di gudang mu ini, kemarin kau jual kepadaku seharga 5 juta per buah, sekarang kau jual kepada bapak² itu hanya dg harga 1 juta saja, di kasih pula bonus, kenapa mahal jual ke kami semetara ke mereka murah???" Protes nya heran.

“ Benar, memang harga lampu itu benar² 5 juta per satu unitnya... dan aku menjual nya seharga 5 juta itu padamu tidak kurang dan tidak lebih,... tetapi kemarin ku jual harga sesuai pasaran karena aku berdagang dengan manusia yakni kamu.... sedangkan hari ini,  aku sedang berdagang dengan Allah, Swt,  maka ku lepas dg harga seikhlasnya” 


Ucap sang pemilik gudang dengan tenang....

(Di angkat dari kisah nyata)

Senin, 20 Januari 2025

Ilmu Karakter : Menilai Orang Lihat Emosinya

 


 Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional.


Mereka tidak akan pernah memahami Anda, mereka akan mempersonalisasi segalanya dan Anda tidak akan pernah terlihat atau terdengar.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak bisa mengatur emosinya, Anda akan selalu berada dalam kendali amarah dan bad mood mereka.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri, mereka tidak tahu bagaimana perilakunya memengaruhi orang di sekitarnya, jadi hanya masalah waktu sebelum Anda terluka.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki empati, mereka tidak akan pernah melihat atau peduli dengan perasaan Anda.

Jika tidak ada yang pernah memberitahumu, aku akan memberitahumu sekarang.


Carilah orang-orang dalam hidup Anda yang memiliki kecerdasan emosional, kesadaran diri, empati, dan kemampuan untuk mengatur emosi mereka, jika tidak, Anda akan bergantung pada disfungsi mereka dan membayar harga atas kesalahan mereka.

Ketidakdewasaan dan kurangnya pertumbuhan.

Senin, 13 Maret 2023

KEUNTUNGAN TUKANG BAKSO BISA BIKIN DIA JADI MENANTU IDAMAN???

 

 Bener ga sih kalo tukang bakso itu bukan menantu idaman??? Mari kita hitung²an modal serta keuntungan tukang bakso di Indonesia. Modal awal yg perlu dipersiapkan untuk peralatan adalah gerobak 2jt, peralatan memasak 1,5jt, peralatan makan 1jt, bahan baku 2jt, sewa tempat 400rb, biaya lain-lain 500rb, total 7,4 jt. Misalnya dengan estimasi 45 orang pembeli bakso Anda dan membayar makanan dan minuman sekitar Rp15 ribu per orang, maka selama satu bulan atau 30.hari, Anda akan mendapatkan penghasilan kotor sekitar Rp20 juta. 
Maka penghasilan bersih - penghasilan kotor — modal - 20 juta — 7,4 juta - 12,6 juta!!! 
Jadi menurut temen² keuntungan tukang bakso besar atau kecil nih??? 
Cocok jadi menantu idaman??? 
Tapi tentu saja untuk membuka usaha bakso bukan hanya memerlukan modal, namun perlu ketekunan dan kerja keras yah. 
Selain itu temen² harus siap capek dan panas²an saat awal memulai usaha bakso sebelum merekrut pegawai. 
Nah selain bakso, ada kok idebisnis yang lain yg tidang butuh banyak modal.. yakni.....

Jumat, 11 November 2022

Realita dalam Kehidupan Bermasyarakat

 

 

hubungan antar manusia sungguh kompleks dan ada banyak faktor di dalamnya. jangan takut kehilangan teman yg memang tidak bisa sefrekwensi dengan kita.

Tegaslah dalam menyatakan sikap dan jangan takut ditolak, kita harus siap dengan kenyataan yang ada, agar tidak larut dalam kecewa. Realitas hidup yg mesti anda sadari yaitu :


kalau seseorang sudah memilih memandang dirimu buruk, semua yang kamu lakukan akan diintepretasikan olehnya sebagai sebuah keburukan, buat apa kamu sibuk membuang energi meyakinkan orang yg memang sudah dasarnya tidak suka pada kamu. Hapus saja dia dari catatan hidupmu. Karena di dunia ini ada banyak orang yg masih menyukaimu & menginginkan kamu berkembang.


Bila orang atau teman mu, hanya mau menerima keunggulanmu & menolak kelemahanmu, berarti dia hanya ingin bertransaksi denganmu alias hitung²an untung rugi saja, bukan orang mau berjuang bersamamu. Ataupun kalau seseorang menganggapmu bukan siapa², bahkan setelah kau coba menunjukkan keberadaanmu, berhentilah berusaha mengesankan dia. sekalipun matanya menemukanmu tapi hatinya sedang tertutup untukmu. Dan mantabnya pertahankan saja penyakit itu kalau kamu senang di gituin.


kalau seseorang meninggalkanmu karena 1 hal yang dia anggap salah, setelah puluhan (bahkan ratusan) hal benar (yang sama besarnya) yang kau lakukan untuknya, maka mungkin sejak awal dia memang tak pernah mempedulikanmu.


Kalau dari awal mereka memang sudah tidak sefrekwensi. Bagai manapun kamu tidak akan mungkin terkonek, tidak akan mungkin terhubung sinyalnya sekuat apapun upaya mu. Di paksakan juga kamu berkompromi merendahkan hati, sampai² makan hati untuk bisa terhubung dengan mereka yg tak sefrekwensi, pada akhirnya pasti akan renggang juga. Nyamankah kamu dengan sinyal yg rusak dan noise itu?


Paling celaka, kalau sejak awal seseorang terkonek denganmu cuma karena apa yang bisa dia ambil darimu & bukan karena pribadimu, hanya tunggu waktu kamu yang muak, atau dia yang melepasmu saat selesai mengambil manfaat darimu. Aduh.


Itulah realita kehidupan dari sudut pandang negatiifnya yg perlu di sadari. Dari pandangan karakter bermasyarakat yg telah di teliti secara tidak ilmiah. Hanya kata saya...


Selasa, 27 September 2022

SIAPA ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA. SEBAGAI PENENTU KESUKSESAN KITA

 

Besar, kecil, maju mundur.... tergantung lingkungan juga....Bukannya RASIS... tapi memang harus di pilih² juga tempat main, kawan dan orang² yg mesti di sekitar kita... 

Mengadopsi cerita tentang seorang bocah yang hendak membelah papan dengan kekuatan telapak kakinya! Namun mari kita alihkan perhatian sejenak dari si bocah, dan lihatlah bagaimana sang guru beladiri itu mendidik muridnya tentang kepercayaan diri....


Si bocah yang malang itu terjatuh pada tendangan pertama! Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang gurunya, seorang pendidik yang terus memberi semangat untuk bangkit kembali.....


Dalam keadaan semakin terpojok, dan gagal pada tendangan kedua dan ketiga kalinya, bocah mungil itu mulai menangis..... Alih-alih merasa iba dan menghentikan latihan, gurunya justru semakin meyakinkan bahwa ia pasti bisa....


Tak hanya guru, teman-teman di sekelilingnya juga meneriakkan namanya. Mereka semua bersorak membakar kemauan si bocah agar mencobanya sekali lagi.....


Maka dalam keadaan menangis ia melayangkan tendangan keempat dan masih tetap gagal. Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang orang-orang di sekelilingnya. ....


Mereka yang tak lelah menyemangati keberanian si bocah. Mereka yang sungguh-sungguh menginginkan agar ia mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga batas tertinggi.....


Dalam lingkungan seperti itu, tentu si bocah mendapat energi baru untuk kembali mencoba. Ia bukan orang dewasa yang mengerti prinsip Never Give Up. Ia hanya seorang anak kecil. Keberanian itu semata-mata ia peroleh dari sekelilingnya. .....


Akhirnya tendangan kelimanya semakin kuat, dan ia mencoba lagi dengan kekuatan yang lebih tinggi pada tendangan keenam, hingga papan itupun terbelah dua.....


Si bocah berhasil... Dua keberhasilan sekaligus, membelah papan dan mengalahkan rasa tidak percaya dirinya.... Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang lingkungannya.....


Yaitu mereka yang berteriak gembira menyambut kemenangan si bocah. Yaitu mereka yang berhamburan memberi pelukan erat, seolah-olah mereka lebih bahagia melihat keberhasilan tersebut melebihi kebahagiaan si bocah.....


Kini kita harus percaya, bahwa lingkungan membentuk kita. Jika kita berada di tengah-tengah orang yang positif, hidup kita akan ikut terdorong lebih tinggi. Kelilingi diri Anda hanya dengan mereka yang bersedia mengangkat Anda tinggi-tinggi.... bukan lingkungan busuk hati yg menjatuhkan... 


Beruntungnya kalian yg dari awal sdh berada di sekeliling orang² positif yg menyemangati itu.... di banding saya yg berada di lingkungan orang² yg dalam otaknya selalu ingin menjatuhkan.. tapi untung aja kita udah dasar kuat kuat kuda²nya... meski sendirian tetap aja bisa naik tinggi meski di kroyok rame² oleh para pencundang dari segala penjuru... 😀



Buah dari Sebuah Kepercayaan

 


 "Hal Apa yang Sulit? Minjam Uang!". 

Kalau Ada Orang Ingin Meminjam Uang Padamu, 

Jawablah Seperti Ini…!

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.

Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka  ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidaklah banyak.

Jika  kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!

Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya. 

2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi". 

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai". 

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.

Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu dan karma mu sendiri 

Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan kepercayaan!

Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaan!

Salam Sukses Hebat Luar biasa..

  😇😇😇😇😇

BERUSAHA BELAJAR DARI BURUNG

 


Burung.... , dia selalu yakin kalau dia pergi pagi dan pulang pastilah perutnya kenyang. Dan memang selalu terbukti seperti itu... krn kalau burung itu tdk pulang dengan perut terisi pasti kita akan dapati banyak burung yg mati disarang nya........


Mengapa burung tidak pernah ragu akan rejeki nya?...... Karena ......


1. Burung tidak punya rekening tabungan, sehingga tidak ada yg perlu dia takuti begitu saldo tabungan itu terus turun....   

2. Burung bukanlah pegawai, sehingga tidak ada ketakutan dari nya bila bulan ini tidak dapat gaji.......

3. Burung bukanlah pengusaha, sehingga dia tidak takut omset nya mau naik atau turun......

4. Burung tidak perlu rasa gengsi, walaupun keluar rumah tidak pakai motor atau mobil cicilan tidak masalah, sehingga dia tidak takut sama yg namanya Debt Collector......

5. Burung tidak pernah memilih tempat makan, dia tdk harus makan di restoran cepat saji atau minum di cafe ternama, buat dia makan & minum itu sesuai keperluannya saja tidak mengikuti keinginan nya. Sehingga dia tidak takut bila dia tidak punya Credit Card......

6. Burung tidak perlu barang branded utk penampilannya, karena buat dia utk tampil yang paling baik adalah dengan menonjolkan potensi yg ada pada dirinya sendiri......


Jadi sebenarnya perbedaan Burung dan Manusia dalam hal ini adalah berbeda masalah "KETAKUTAN" nya saja. Dimana Burung lebih banyak rasa TIDAK TAKUT nya dibandingkan Manusia yang banyak rasa TAKUT nya......

.

Pebedaan kedua adalah karena Burung menjalani hidup ini dengan REALISTIS sehingga dia tidak termakan gengsi, sedangkan kita Manusia lebih sering berkhayal dan termakan gengsi.....

.

Lalu kenapa Burung tidak banyak memiliki rasa ketakutan dibandingkan Manusia ?....

.

KARENA BURUNG PERCAYA DAN YAKIN DENGAN PENCIPTA NYA, 

Yang perlu dia lakukan hanyalah BERGERAK KELUAR DARI SARANGNYA untuk menjemput rejeki yg sudah di tetapkan oleh PENCIPTANYA........

.

Sedangkan kita manusia sulit sekali utk PERCAYA & YAKIN pada PENCIPTANYA.......

.

Minggu, 25 September 2022

Gambaran Mindset Masyarakat Indo Vs Swiss

 


 

JANGAN BIASAKAN BERCANDA DENGAN PERASAAN DAN HARGA DIRI ORANG LAIN

 


Dua orang mahasiswa tengah berjalan santai di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang dan lusuh....


Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya....


Salah satu mahasiswa yg suka jail melihat kepada temannya dan berkata

"Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya" kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan. Nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget serta cemas karena kehilangan sepatunya..."


Temannya itu menjawab.....

"idak pantas kita menghibur diri dgn mengorbankan org miskin". Kamu kan seorang yang kaya dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya..."

"Sebaiknya cobalah kamu masukkan beberapa  lembar uang kertas ke dalam sepatunya," kemudian saksikan bagaimana respons dari tukang kebun miskin itu?".....


Dia sangat takjub dengan usulan temannya... 

Dia langsung  memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu...... Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama temannya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun itu.....


Tak berapa lama datanglah tukang kebun itu, sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju ke tempat dia meninggalkan sepatunya...... 


Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.....


Saat ia keluarkan, ternyata, "uang..."

Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi "uang..."

Dia memandangi "uang" itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya.......


Iapun memutar pandangannya ke segala penjuru namun ia tidak melihat seorang pun.....


Sambil menggenggam uang itu lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit ia berucap.....

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang..."

"Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku  kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini"....

"Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan...”, melalui tangan² orang yg baik.. berkahilah kami dan orang² yg baik itu"........


Dengan kepolosannya dia terus menangis terharu sambil memandangi ke langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari "Allah Yang Maha Pemurah"...


Sang mahasiswa sangat terharu atas pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu..... Air matanya berlinang tanpa dapat ia bendung.......


Sang kawan yang bijak berkata kepada temannya......

“Bukankah sekarang kamu 'merasakan kebahagiaan yg lebih" dari pada kamu melakukan ide pertama untuk menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”.....


Dia menjawab : "Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku.""......sambil.mengusap air mata....


Sekarang aku paham makna kalimat :

“Ketika kamu memberi,"kamu akan memperoleh "kebahagiaan yg lebih banyak" dari pada ketika kamu diberi”..... kawannya berkata "Ketahuilah bahwa "bentuk pemberian itu bermacam-macam".......


1. Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam,...adalah suatu "pemberian."......


2. Mendoakan teman dan saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah juga ""pemberian"....


3. Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk,_ juga suatu "pemberian."......


4. Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya_ adalah "pemberian" juga.......


Ini semua adalah "pemberian"......


Saya cuma mau mengatakan...... Marilah kita saling "memberi & berbuat baik" untuk.menjadi passion kita..... niscaya "hidup kita akan menjadi lebih indah.".......

Rabu, 10 Agustus 2022

Kisah Diskriminasi Sosial "Silent Member di Grup WA Keluarga"

 


Namaku Yudi, aku seorang guru honorer di sebuah SD. Gajiku sebulan hanya satu juta lebih sedikit. Sementara istriku Intan adalah seorang ibu rumah tangga yang menyambi berjualan kue kering secara online. 

Kehidupan kami amat sederhana tapi Alhamdulillah kami bahagia, tak pernah merepotkan oranglain apalagi sampai berhutang. Kami memiliki dua orang putri 8 tahun dan 4 tahun usianya. 


Keadaanku secara materi sangat berbanding terbalik dengan kedua kakakku. Kakak pertamaku namanya mbak Dewi seorang dosen di universitas terkemuka sedangkan suaminya menjabat sebagai dekan di tempat yang sama dengannya. Kakak keduaku laki-laki namanya Mas Doni dia bekerja di sebuah perusahaan asing dengan gaji fantastis. Mungkin bisa dibilang gajiku setahun pun tak akan ada apa-apanya dengan gajinya sebulan. 


Keluarga besarku rata-rata memang berasal dari kalangan terpelajar dan berada. Almarhum ayahku merupakan sulung dari lima bersaudara. Terlebih para sepupuku, pekerjaan mereka rata-rata menghasilkan rupiah yang fantastis. Ada Dela yang menjadi seorang pialang saham. Rudi yang menjabat manager di salah satu perusahaan IT dan masih banyak lagi sepupu-sepupuku yang lain yang memiliki prestasi dalam hal status sosial dan pekerjaannya. 


Hanya ada satu orang saja sepupuku yang taraf hidupnya sama sepertiku, hidup sederhana di perumahan 6x6. Namanya mas Irwan dia bekerja sebagai penjual madu dan herbal sementara istrinya memiliki usaha catering. Dari semua sepupuku dialah yang paling dekat denganku. Sering berkunjung ke rumah sambil membawakan aneka lauk masakan istrinya. Begitupun aku terhadap keluarganya juga sangat dekat. Mungkin kedekatan kami juga dipengaruhi dengan latar belakang strata sosial yang sama, tidak ada kesenjangan yang membuat kami merasa saling tak enak hati. 


Kami semua tergabung dalam grup WhatsApp keluarga. Bani Soejarwo namanya. Nama kakekku yang merupakan seorang purnawirawan. 


Lima saudara dari ayahku hanya bersisa dua orang, yakni adiknya yang nomor tiga namanya tante Lisa dan nomor lima namanya om Agus, sementara yang lainnya tlah berpulang. 


Di grup itu aku lebih sering diam, sangat jarang posting. Paling hanya berkomentar ketika para sepupuku memposting sesuatu. Sebisamungkin aku memberikan respon positif penuh apresiasi. Aku turut bahagia dengan kebahagiaan mereka. 


Saat mereka memposting foto liburan ke luar negri aku selipkan emoticon jempol dan juga kata penuh apresiasi.


 "Wahh MasyaAllah uda sampai ke Jepang aja nih .. disana lagi musim apa? Titip salam ya untuk bunga sakura. Selamat berlibur" 


Hingga suatu ketika untuk pertamakalinya aku memposting foto putri sulungku yang sedang mengikuti lomba tahfidz. Bukan atas keinginanku melainkan putriku sendiri yang memintanya agar keluarga besar mengiringi usahanya dengan doa, tidak ada maksud lain selain itu. 


Aku beri caption di foto itu

"Oma.. Opa dan Om Tante semuanya doain Alya ya, semoga diberi kelancaran dalam mengikuti lomba" 


Selang satu jam berlalu tak ada satu pun yang merespon foto itu, padahal hampir semua anggota grup tlah melihat postinganku itu. 

Lalu beberapa menit sebelum Alya naik ke pentas mas Irwan membaca pesan itu dan mengucapkan doa untuk Alya. 


"Semoga sukses ya ponakanku yang sholihah.." 


Sesaat kemudian kakak kandungku mbak Dewi pun mengucapkan hal yang sama. Mbak Dewi memang sangat baik orangnya, meski kaya raya dan berpendidikan tinggi dialah saudaraku seorang yang tak pernah memandangku rendah.


Selang 10 menit setelah Alya turun dari podium lomba. Tiba-tiba gawaiku berbunyi. Sebuah pesan masuk di grup keluarga. Rudi menampilkan foto kedua putranya yang sedang berseluncur diatas salju tanpa caption apa-apa. 


Dan tak perlu menunggu lama, semua anggota grup riuh mereply foto itu dengan penuh pujian.


"Duhh gantengnya cucu Oma"


"Wahh hebatnya ponakanku uda bisa berseluncur" 


"Wihh keren liburan ke LN lagi"


"Hebat anak Pak Rudi" 


"Dimana nih .. perasaan kemarin masih di Jakarta"


Dan masih banyak lagi.. 

Semua anggota grup itu hiruk pikuk mengapresiasi, demikianpun aku tak lupa aku sematkan kata 


" Masya Allah .. barakallah jagoannya Pak Rudi"


Putriku Alya mengintip gawaiku sambil bertanya.

" Om dan tante semuanya uda doain kesuksesan untuk Alya ya Yah?" 


Aku hanya mengangguk dan tersenyum sambil buru-buru kumasukkan gawai itu ke saku. 


"Iya sayang .. Alhamdulillah semuanya mensupport Alya"


Putriku tersenyum bahagia, sementara aku berusaha menarik nafas panjang agar rongga dadaku mengembang.


Sebenarnya ini bukan kali pertama terjadi di grup itu. Kejadian serupa pun begitu sering terjadi meski bukan aku yang alami. 


Seringkali ketika mas Irwan, sepupuku yang memiliki kehidupan sederhana sepertiku memposting sesuatu di grup itu maka grup akan hening tak ada yang mengapresiasi, hanya aku seorang yang mereply tiap postingannya. Padahal mas Irwan ini tipe orang yang baik pribadinya, tutur katanya sopan dan seringkali pula mengingatkan hal-hal penuh kebaikan. 

Mungkin karena kemuliaan akhlaknya itu sekalipun dia tak pernah dianggap di grup keluarga dia tak pernah sakit hati walau acapkali dicuekin tak pernah kecewa. Tak pernah berhenti menebar salam, sapa dan manfaat. 


Lain halnya jika yang memposting adalah mereka yang 'berada' maka yang lain akan berbondong-bondong mereply dan berbalas komentar dengan begitu renyahnya.

Saat aku menyadari bahwa grup itu memang tak sehat, sebenarnya aku malas tergabung di dalamnya, sebenarnya ingin keluar dari grup tapi  aku sungkan pada mbak Dewi yang tlah membuat dan memasukkan aku kedalamnya. Mas Irwan saja yang seringkali ngga dianggap masih selalu berdamai dengan keadaan dan tak henti menebar salam serta manfaat. 


Realita itu membuatku sadar diri, aku hanya menjadi silent reader disitu. Silent reader dalam artian tidak pernah memposting apa-apa, kecuali mereply kalimat apresiasi pada mereka yang memposting aktifitasnya. Bukan bermaksud bermuka dua, aku hanya berusaha menjaga hubungan sesama anggota keluarga. Bagaimanapun juga mereka adalah keluarga dari ayahku dan aku memiliki kewajiban untuk terus menyambung silaturahmi bersama mereka. 


***


Pernah suatu ketika aku berkunjung ke rumah Dela sepupuku yang merupakan anak tante Lisa. 


Aku datang mengendarai motor supra bersama istriku dan kedua putriku. Kami menempuh jarak sekitar 3,5 jam perjalanan. Istriku sangat antusias dan senang sampai-sampai semalaman dia begadang membuat pai buah, nastar dan stik keju untuk buah tangan. Ini adalah kali pertama aku dan keluargaku datang berkunjung ke rumah Dela sebab sebelumnya dia tinggal di luar negri baru beberapa bulan ini dia pindah dan menetap disini. 

Rumahnya begitu besar persis istana. Disamping rumah megahnya itu berjajar 3 mobil sedan mewah. 


Sesaat setelah mengetuk pintu seorang wanita muda membukakannya. Ternyata itu pembantu Dela dan dia bertanya siapa kami ini, setelah kami jelaskan bahwa kami sepupu Dela wanita muda itu menyuruh kami menunggu di kursi teras. 


Kami menunggu cukup lama, hampir satu jam. Putri bungsuku hingga merengek tak sabar minta pulang. Aku hibur dia supaya bersabar. Dan akhirnya Dela dan tante Lisa pun keluar. Aku suruh kedua putriku mencium tangan mereka. 

Istriku menjabat tangan mereka sambil mengulurkan tas karton berisi buah tangan yang tlah dia siapkan semalaman, Dela raih tas itu kemudian meletakkannya di samping pot bunga. Tak lama setelah kami mengobrol tiba-tiba sebuah mobil sedan mewah memasuki halaman rumah Dela. Sesaat kemudian Rudi sepupuku anak sulung Om Agus keluar dari dalamnya. Ia tak datang sendiri tapi ditemani istri dan kedua putranya.


Dela dan Tante Lisa menyambut mereka dengan begitu hangat. Memeluk istri Rudi dengan erat dan menciumi kedua putranya. Sejenak Rudi menghampiriku dan kujabat tangannya. Kami mengobrol sebentar sambil berdiri di teras itu. Sementara kulihat tante Lisa dan Dela telah mengajak istri Rudi dan kedua putranya masuk  ke dalam rumah. Kulirik istri dan kedua putriku masih terdiam mematung di kursi teras tanpa ada seorangpun yang mengajak mereka turut serta masuk ke dalam. 


Setelah mengobrol ringan Rudi berpamitan untuk mengambil barang bawaannya dari mobil. Nampaknya dia membawa sebuah parsel berisi coklat mahal dari New Zealand. Dela meraih parsel itu dengan sumringah 


"Duhh kok repot-repot sihh bawain oleh-oleh sebanyak ini.. aduhh ini kesukaan anakku loh... Ayo Mas Rud masuk... Ntar lagi suamiku pulang kok dia masih ada meeting" 


Aku terdiam sambil menatap wajah istriku yang nampak tertunduk penuh kesedihan. Dia berusaha menyembunyikan kekecewaannya tapi aku bisa menangkap raut kecewa itu. 


Kami menunggu di teras barangkali si tuan rumah lupa bahwa masih ada kami 'tamu yang lainnya' yang belum sempat mereka persilahkan untuk masuk. 


Selang 20 menit kemudian nyatanya mereka tak ada keluar. Kami mendengar mereka sedang asyik mengobrol dan tertawa begitu hangat di dalam. 

Akhirnya kami memutuskan untuk berpamitan, saat ada pembantu Dela lewat kami panggil dia untuk menyampaikan kepada majikannya. 


Dela pun keluar sendirian tanpa tante Lisa. Aku pamit kepadanya dan istriku menjabat tangannya. 


Aku starter motor supraku yang terlihat butut itu. Sebuah motor yang rasanya tak pantas terparkir di depan rumah mewah berpilar bak istana. 

Saat kami hendak berlalu pergi dari halaman itu, aku sempatkan melirik dari spion motorku tas karton berwarna coklat dari istriku masih tergeletak di atas lantai samping pot bunga. Sedangkan Dela telah berlalu pergi masuk ke dalam istananya. Aku menghela nafas panjang sambil beristighfar dan berharap semoga Intan istriku tidak melihatnya.


Selang beberapa kilometer dari rumah Dela. Putri bungsuku berkata


"Ayah dedek haus sekali, tadi tante yang punya rumah kok ngga kasih kita minum ya? Apa di rumahnya ngga ada air?" 


Deg.. teriris rasanya dadaku

Bahkan segelas air pun tak mereka suguhkan pada kami yang nyaris 4 jam kepanasan naik motor di perjalanan. 


Akhirnya kutepikan motor bututku di sebuah minimarket. Aku belikan anak-anakku sebotol minuman dingin dan beberapa bungkus snack. 

Saat duduk di depam minimarket tiba-tiba gawaiku bergetar. 

Sebuah pesan WA dilengkapi beberapa foto tertampil di grup keluarga.


Tante Lisa menuliskan


"Ayo yang lain dimana nihh .. di rumah tante ada Rudi lagi nikmatin masakan tante, Dewi, Doni, Indah, Yona pada kemana nih?"


Yang dipanggil hanya mereka yang 'hebat' pastinya. 


Aku tutup gawaiku takut jika istriku mengetahui akan hal itu.


Semenjak saat itu aku semakin sadar diri bahwa mengakrabkan diri pada orang-orang yang salah hanya akan membuat dada terasa sesak. 

Adakalanya kita butuh jarak agar tetap bisa bernafas dengan lega. Terkadang kita tidak perlu melihat pemandangan diluar jendela sekalipun pemandangan itu begitu indah.


Aku tidak keluar dari grup WA keluarga  tapi aku nonaktifkan segala pemberitahuan darinya. Agar tak ada lagi celah dalam hatiku untuk merasakan sakit hati. Agar aku lebih menikmati hari-hariku yang indah dengan istri dan kedua putriku tanpa bayang-bayang rendah diri karena berada di tempat yang tak semestinya yakni grup WA keluarga.


Oleh : Septia DIS

Jumat, 29 Juli 2022

ARTI KEHIDUPAN

 

Aku sering berfikir… untuk apa aku hidup?








Mulai dari sebuah sekolah yang menanamkan disiplin dan kehidupan bermasyarakat.

 
Begitu banyak masa kecil yang tersita untuk belajar ….
 
 
Akhirnya mendapat gelar….


Aku  menambah antrian pencari kerja.....


Lowongan… lowongan… lowongan….
YAP!    Ini dia...


 Setelah beragam tes, masuk dalam daftar karyawan


Merintis karir dan profesionalisme




Tenggelam dalam tumpukan kerja.......



Mabuk, gila kerja, stresssss….



Tapi karirku menanjak dan aku menuai banyak UANG!



Waktu berlalu...


 
Ada target baru di sana... 


 
Sudah saatnya Bertemu belahan jiwa...

 
Tuk Arungi bahtera menuju mawaddah wa rahmah 



Peluang tuk Mendapat amanah... 

Ini dia, memperoleh impian generasi penerus yang diidamkan 
 
tiba2...???..Allaahu Akbar… kapan bisa tidur? (Jam dua belas malam niih…) 

  

Rabu, 27 Juli 2022

Jambi Fashion week...eh... Pasar Jambi Obesity Weight

 

Fenomena Citayem Fashion Week menjadi semakin besar setiap harinya. Topik ini selalu jadi bahasan warganet setiap memasuki obrolan di media sosial.

Berhubung berat badan makin nambah tak heran kalau ada saatnya kita bikin meme Citayem Fashion Week menjadi Jambi obesity weight untuk meramaikan fenomena tersebut. 😆