Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2026

LSM Payung Suara Rakyat yang Diakui Dunia, Makanya Saya Gabung LSM

 


Hak berdemo adalah hak konstitusional setiap warga negara. Ribuan perangkat desa, mahasiswa, buruh, hingga tukang ojek sudah berulang kali turun ke jalan, menyuarakan aspirasi mereka. Namun, suara itu sering hilang ditelan angin. Kasus tragis seorang pengemudi ojek yang ditabrak kendaraan berat saat aksi, misalnya, lenyap begitu saja tanpa jejak. Nyawa rakyat kecil seakan tidak cukup penting untuk dicatat dalam sejarah.  


Sebaliknya, ketika seorang aktivis LSM bersuara, dunia bisa bergetar. Kasus Munir adalah bukti paling nyata. Aktivis HAM yang diracun hingga meninggal dalam perjalanan udara itu bukan hanya menjadi luka bangsa, tetapi juga catatan sejarah internasional. Hingga kini, namanya tetap disebut, kasusnya tetap dikaji, dan dunia tetap menyorotinya. Satu suara dari LSM bisa mengguncang dunia, sementara ribuan suara rakyat biasa bisa hilang begitu saja.  


Memang harus diakui, sebagian oknum aktivis LSM pernah dicap buruk: ada yang dianggap hanya mencari proyek, ada yang dituduh punya kepentingan tersembunyi. Namun, fakta yang tak bisa dibantah adalah suara LSM resmi tetap didengar hingga hari ini. Stempel legalitas dan legitimasi internasional membuat satu suara dari LSM bisa mengalahkan ribuan suara perangkat desa, mahasiswa, dan buruh yang berteriak di jalan. Dunia lebih percaya pada suara yang datang dari organisasi resmi, bukan sekadar massa tanpa payung hukum.  


Di sinilah pentingnya bergabung ke LSM. Hak berdemo memang bukan monopoli LSM, tetapi legitimasi mereka membuat suara lebih diperhitungkan. Rakyat berdemo sah secara hukum, namun sering dianggap tidak berkapasitas. Kalau kamu bukan LSM, suaramu tidak akan didengar dunia. Demonstrasi rakyat kecil bisa lenyap begitu saja, sementara satu suara dari LSM bisa menjadi sejarah internasional.  


Makanya saya memilih bergabung ke LSM. Bukan karena ingin sekadar berorganisasi, tetapi karena saya ingin suara saya tidak hilang. Saya ingin jeritan rakyat kecil yang sering diabaikan bisa terdengar lebih keras, lebih jelas, dan lebih berpengaruh. Dengan bergabung ke LSM, saya berada di bawah payung legitimasi internasional, terlindungi oleh jaringan advokasi, dan punya akses ke panggung global.  


Bergabung ke LSM bukan sekadar pilihan, melainkan strategi perjuangan. Dengan bergabung, suara rakyat kecil tidak lagi tercecer, melainkan terorganisir dan terlindungi. LSM memberi akses advokasi, jaringan hukum, media, dan politik. Mereka mampu menjembatani jeritan lokal dengan panggung global. Sejarah membuktikan: dunia lebih mudah mendengar suara yang datang dari LSM.  


LSM adalah payung suara rakyat. Mereka punya mandat moral untuk menjadi garda terdepan, apalagi ketika suara rakyat sering tenggelam. Demonstrasi bukan sekadar turun ke jalan, melainkan simbol keberanian menyuarakan kebenaran. Jika rakyat ingin aspirasinya tidak lenyap, maka bergabung ke LSM adalah langkah strategis. Karena dunia tidak akan mencatat semua jeritan di jalan, tetapi akan selalu menyorot suara yang datang dari LSM.  


- “Ribuan kades, mahasiswa, buruh berteriak, tapi dunia diam. Satu suara LSM resmi, dunia langsung menoleh. Makanya saya gabung LSM.”  

- “Oknum boleh dicap buruk, tapi suara LSM resmi tetap Suaranya akan didengar dunia. Maka dengan Gabung LSM, biar suara kita tak hilang.”  





Rabu, 31 Desember 2025

Detik-Detik Berlaku KUHP dan KUHAP Baru. Advokat, Transparansi, dan Pasal-Pasal Krusial yang Menentukan Arah Keadilan

 

Tepat 2 Januari 2026, Indonesia resmi memasuki babak baru hukum pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mulai berlaku serentak, menggantikan aturan kolonial Belanda yang telah berusia lebih dari seabad. Pemerintah menyebutnya sebagai tonggak reformasi hukum, namun kalangan advokat, akademisi, dan masyarakat sipil menilai ada pasal-pasal krusial yang justru bisa menjadi ancaman bagi keadilan.  


Pasal-Pasal Krusial KUHP

KUHP baru membawa sejumlah ketentuan yang menuai sorotan publik.  

- Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden: Pasal ini dihidupkan kembali sebagai delik aduan. Kritiknya, bisa digunakan untuk membungkam oposisi dan membatasi kebebasan berpendapat.  

- Pasal Kumpul Kebo: Hidup bersama tanpa ikatan pernikahan diatur sebagai delik aduan. Meski hanya berlaku jika ada pengaduan, pasal ini dianggap mencampuri ranah privat warga.  

- Delik Pers dan Kebebasan Ekspresi: Ketentuan mengenai berita bohong atau meresahkan publik berpotensi mengekang kebebasan pers.  

- Delik Adat: KUHP mengakui hukum adat sebagai sumber hukum pidana sepanjang sesuai prinsip HAM. Langkah ini dipandang progresif, tetapi rawan multitafsir dan diskriminasi.  


Pasal-Pasal Krusial KUHAP

KUHAP baru juga membawa perubahan besar dalam prosedur pidana.  

- Dominasi Polri sebagai Penyidik Utama: Polri ditetapkan sebagai koordinator PPNS. Kekhawatiran muncul karena kewenangan yang terlalu besar bisa menimbulkan monopoli penyidikan.  

- Hak Tersangka atas Bantuan Hukum: KUHAP menegaskan tersangka berhak didampingi advokat sejak awal pemeriksaan. Advokat menjadi benteng terakhir melawan potensi pelanggaran HAM.  

- Digitalisasi Proses Hukum: Penyidikan dan persidangan diarahkan ke sistem elektronik. Transparansi dijanjikan, tetapi tanpa pengawasan independen bisa berubah menjadi alat kontrol yang lebih ketat.  

- Peraturan Turunan: Pemerintah menyiapkan tiga PP untuk KUHP dan tiga PP untuk KUHAP. Tanpa aturan pelaksana, norma baru berisiko menimbulkan kekosongan hukum.  


Advokat di Persimpangan

Advokat kini memegang peran vital. Mereka bukan sekadar pendamping tersangka, melainkan benteng terakhir hak asasi manusia. “Tanpa advokat, tersangka hanyalah angka dalam berkas perkara,” ujar seorang praktisi hukum. Kehadiran advokat di ruang penyidikan menjadi penyeimbang dominasi aparat, sekaligus penghubung antara tersangka dan keluarga.  


Transparansi atau Ilusi?

Digitalisasi proses hukum disebut sebagai terobosan. Namun, transparansi yang dijanjikan bisa berubah menjadi ilusi jika akses publik dibatasi atau manipulasi data terjadi. Dokumentasi elektronik seharusnya memperkuat akuntabilitas, tetapi tanpa pengawasan independen, sistem digital justru bisa memperkuat kontrol aparat.  


Ancaman Ketidakadilan

Meski disebut sebagai reformasi, KUHP dan KUHAP baru menyimpan potensi ancaman serius:  

- Kriminalisasi ekspresi melalui pasal penghinaan presiden dan pasal pers.  

- Monopoli kekuasaan penyidikan oleh Polri.  

- Multitafsir delik adat yang bisa menimbulkan diskriminasi.  

- Minim sosialisasi membuat masyarakat rentan terjerat aturan yang tidak mereka pahami.  


Reformasi hukum pidana ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia mengakhiri warisan kolonial. Di sisi lain, pasal-pasal krusial bisa menjadi alat represi baru jika tidak diawasi. Sejarah akan mencatat apakah 2 Januari 2026 menjadi hari lahir keadilan, atau justru awal dari ketidakadilan yang dilegalkan.  


Oleh : 

Adv. Yan Salam Wahab, SHI, M.Pd

Advokat/Pengacara, konsultan Hukum, Aktivis Kemasyarakatan Pengamat Lingkungan, Sosial, Pendidikan dan Hukum

Jumat, 11 November 2022

Realita dalam Kehidupan Bermasyarakat

 

 

hubungan antar manusia sungguh kompleks dan ada banyak faktor di dalamnya. jangan takut kehilangan teman yg memang tidak bisa sefrekwensi dengan kita.

Tegaslah dalam menyatakan sikap dan jangan takut ditolak, kita harus siap dengan kenyataan yang ada, agar tidak larut dalam kecewa. Realitas hidup yg mesti anda sadari yaitu :


kalau seseorang sudah memilih memandang dirimu buruk, semua yang kamu lakukan akan diintepretasikan olehnya sebagai sebuah keburukan, buat apa kamu sibuk membuang energi meyakinkan orang yg memang sudah dasarnya tidak suka pada kamu. Hapus saja dia dari catatan hidupmu. Karena di dunia ini ada banyak orang yg masih menyukaimu & menginginkan kamu berkembang.


Bila orang atau teman mu, hanya mau menerima keunggulanmu & menolak kelemahanmu, berarti dia hanya ingin bertransaksi denganmu alias hitung²an untung rugi saja, bukan orang mau berjuang bersamamu. Ataupun kalau seseorang menganggapmu bukan siapa², bahkan setelah kau coba menunjukkan keberadaanmu, berhentilah berusaha mengesankan dia. sekalipun matanya menemukanmu tapi hatinya sedang tertutup untukmu. Dan mantabnya pertahankan saja penyakit itu kalau kamu senang di gituin.


kalau seseorang meninggalkanmu karena 1 hal yang dia anggap salah, setelah puluhan (bahkan ratusan) hal benar (yang sama besarnya) yang kau lakukan untuknya, maka mungkin sejak awal dia memang tak pernah mempedulikanmu.


Kalau dari awal mereka memang sudah tidak sefrekwensi. Bagai manapun kamu tidak akan mungkin terkonek, tidak akan mungkin terhubung sinyalnya sekuat apapun upaya mu. Di paksakan juga kamu berkompromi merendahkan hati, sampai² makan hati untuk bisa terhubung dengan mereka yg tak sefrekwensi, pada akhirnya pasti akan renggang juga. Nyamankah kamu dengan sinyal yg rusak dan noise itu?


Paling celaka, kalau sejak awal seseorang terkonek denganmu cuma karena apa yang bisa dia ambil darimu & bukan karena pribadimu, hanya tunggu waktu kamu yang muak, atau dia yang melepasmu saat selesai mengambil manfaat darimu. Aduh.


Itulah realita kehidupan dari sudut pandang negatiifnya yg perlu di sadari. Dari pandangan karakter bermasyarakat yg telah di teliti secara tidak ilmiah. Hanya kata saya...


Selasa, 27 September 2022

SIAPA ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA. SEBAGAI PENENTU KESUKSESAN KITA

 

Besar, kecil, maju mundur.... tergantung lingkungan juga....Bukannya RASIS... tapi memang harus di pilih² juga tempat main, kawan dan orang² yg mesti di sekitar kita... 

Mengadopsi cerita tentang seorang bocah yang hendak membelah papan dengan kekuatan telapak kakinya! Namun mari kita alihkan perhatian sejenak dari si bocah, dan lihatlah bagaimana sang guru beladiri itu mendidik muridnya tentang kepercayaan diri....


Si bocah yang malang itu terjatuh pada tendangan pertama! Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang gurunya, seorang pendidik yang terus memberi semangat untuk bangkit kembali.....


Dalam keadaan semakin terpojok, dan gagal pada tendangan kedua dan ketiga kalinya, bocah mungil itu mulai menangis..... Alih-alih merasa iba dan menghentikan latihan, gurunya justru semakin meyakinkan bahwa ia pasti bisa....


Tak hanya guru, teman-teman di sekelilingnya juga meneriakkan namanya. Mereka semua bersorak membakar kemauan si bocah agar mencobanya sekali lagi.....


Maka dalam keadaan menangis ia melayangkan tendangan keempat dan masih tetap gagal. Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang orang-orang di sekelilingnya. ....


Mereka yang tak lelah menyemangati keberanian si bocah. Mereka yang sungguh-sungguh menginginkan agar ia mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga batas tertinggi.....


Dalam lingkungan seperti itu, tentu si bocah mendapat energi baru untuk kembali mencoba. Ia bukan orang dewasa yang mengerti prinsip Never Give Up. Ia hanya seorang anak kecil. Keberanian itu semata-mata ia peroleh dari sekelilingnya. .....


Akhirnya tendangan kelimanya semakin kuat, dan ia mencoba lagi dengan kekuatan yang lebih tinggi pada tendangan keenam, hingga papan itupun terbelah dua.....


Si bocah berhasil... Dua keberhasilan sekaligus, membelah papan dan mengalahkan rasa tidak percaya dirinya.... Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang lingkungannya.....


Yaitu mereka yang berteriak gembira menyambut kemenangan si bocah. Yaitu mereka yang berhamburan memberi pelukan erat, seolah-olah mereka lebih bahagia melihat keberhasilan tersebut melebihi kebahagiaan si bocah.....


Kini kita harus percaya, bahwa lingkungan membentuk kita. Jika kita berada di tengah-tengah orang yang positif, hidup kita akan ikut terdorong lebih tinggi. Kelilingi diri Anda hanya dengan mereka yang bersedia mengangkat Anda tinggi-tinggi.... bukan lingkungan busuk hati yg menjatuhkan... 


Beruntungnya kalian yg dari awal sdh berada di sekeliling orang² positif yg menyemangati itu.... di banding saya yg berada di lingkungan orang² yg dalam otaknya selalu ingin menjatuhkan.. tapi untung aja kita udah dasar kuat kuat kuda²nya... meski sendirian tetap aja bisa naik tinggi meski di kroyok rame² oleh para pencundang dari segala penjuru... 😀



BERUSAHA BELAJAR DARI BURUNG

 


Burung.... , dia selalu yakin kalau dia pergi pagi dan pulang pastilah perutnya kenyang. Dan memang selalu terbukti seperti itu... krn kalau burung itu tdk pulang dengan perut terisi pasti kita akan dapati banyak burung yg mati disarang nya........


Mengapa burung tidak pernah ragu akan rejeki nya?...... Karena ......


1. Burung tidak punya rekening tabungan, sehingga tidak ada yg perlu dia takuti begitu saldo tabungan itu terus turun....   

2. Burung bukanlah pegawai, sehingga tidak ada ketakutan dari nya bila bulan ini tidak dapat gaji.......

3. Burung bukanlah pengusaha, sehingga dia tidak takut omset nya mau naik atau turun......

4. Burung tidak perlu rasa gengsi, walaupun keluar rumah tidak pakai motor atau mobil cicilan tidak masalah, sehingga dia tidak takut sama yg namanya Debt Collector......

5. Burung tidak pernah memilih tempat makan, dia tdk harus makan di restoran cepat saji atau minum di cafe ternama, buat dia makan & minum itu sesuai keperluannya saja tidak mengikuti keinginan nya. Sehingga dia tidak takut bila dia tidak punya Credit Card......

6. Burung tidak perlu barang branded utk penampilannya, karena buat dia utk tampil yang paling baik adalah dengan menonjolkan potensi yg ada pada dirinya sendiri......


Jadi sebenarnya perbedaan Burung dan Manusia dalam hal ini adalah berbeda masalah "KETAKUTAN" nya saja. Dimana Burung lebih banyak rasa TIDAK TAKUT nya dibandingkan Manusia yang banyak rasa TAKUT nya......

.

Pebedaan kedua adalah karena Burung menjalani hidup ini dengan REALISTIS sehingga dia tidak termakan gengsi, sedangkan kita Manusia lebih sering berkhayal dan termakan gengsi.....

.

Lalu kenapa Burung tidak banyak memiliki rasa ketakutan dibandingkan Manusia ?....

.

KARENA BURUNG PERCAYA DAN YAKIN DENGAN PENCIPTA NYA, 

Yang perlu dia lakukan hanyalah BERGERAK KELUAR DARI SARANGNYA untuk menjemput rejeki yg sudah di tetapkan oleh PENCIPTANYA........

.

Sedangkan kita manusia sulit sekali utk PERCAYA & YAKIN pada PENCIPTANYA.......

.

Minggu, 25 September 2022

Gambaran Mindset Masyarakat Indo Vs Swiss

 


 

Jumat, 29 Juli 2022

Sebab kenapa Negara berkembang seperti Indonesia tidak maju-maju

 

Oleh :
Yan Salam Wahab

Ingat..!!!...Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu
 Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap Belum di kategorikan Negara maju.
Di sisi lain –Singapura, Kanada, Australia & New Zealand– negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin
 Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin
Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian & peternakan.
Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia.
Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya
 Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia.
Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami.
Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia).
Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban – tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.
Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan
 Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting.
Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa
 Lalu……. apa  perbedaannya?
 Perbedaannya adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.
 Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.
Ø Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
Ø Kejujuran dan integritas
Ø Bertanggung jawab
Ø Hormat pada aturan & hukum masyarakat
Ø Hormat pada hak orang/warga lain
Ø Cinta pada pekerjaan
Ø Berusaha keras untuk menabung & investasi
Ø Mau bekerja keras
Ø Tepat waktu
 Di negara terbelakang/miskin/ berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut
 Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita.
 Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Jika Anda tidak Mempedulikan Tulisan saya ini, tidak akan terjadi apa-apa pada diri Anda!!!
Hewan peliharaan Anda tidak akan mati, Anda tidak akan kehilangan pekerjaan, Anda tidak akan mendapat kesialan dalam 7 tahun, juga Anda tidak akan sakit.
TETAPI….. jika Anda tidak meneruskan Tulisan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita. Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan…... dan akan menjadi lebih miskin lagi.
 Jika Anda mencintai negara kita, teruskan dan sampaikan Tulisan di Blog ini kepada teman-teman Anda. Biarlah mereka merefleksikan hal ini.
Kita harus mulai dari mana saja. Jika Kita ingin BERUBAH dan BERTINDAK!
dan ……. PERUBAHAN DIMULAI DARI DIRI KITA SENDIRI
 
 
x

Rabu, 06 Juli 2022

Usaha Tidak Akan Bertahan Lama Tanpa Inovasi

 

 Sebuah bisnis tidak akan bertaha lama bila tidak ada inovasi baru. Contohnya sekarang harga barang di online saja udah hancur. 

Semua orang bisa import dan jualan banting harga. Mau bikin branding butuh waktu 1 - 3 tahun supaya barangnya laris manis. Amunisi or modal nya kuat gak ? 🤣🤣 

Biaya iklan juga semakin mahal.. dan ujungnya nett profit makin tergerus. 

Nanti... solusinya adalah.. BALIK LAGI KE OFFLINE kok. 

Orang belanja di online akan sampai di titik jenuh.. kebanyakan pedagang ngandalin segala cara buat :

1. Teken harga ke pabrik buat harga murah.. kualitas ga penting.. ujungnya custumer di korbankan. 

2. Semua orang bisa import bahkan produksi barang.. ujung" nya.. siapa yang bs jual ke custumer langsung.

3. Satu high income skill aja gak akan cukup kedepannya, Thailand baru" ini kebanjiran orang asing yang apply menjadi warga negara.. hayooo lo... kompetisi sama orang china daratan & india 😅😅. Sorry bukan mau SARA. 

4. INFORMASI semakin luas dan pemain gede udah turun langsung ke custumer, baik itu produk maupun jasa akan selalu di banding" kan untuk menekan harga jual. 

Contohnya.. 

Ada barang yang di negara asal... modalnya 480 ribu, dan di market place indonesia harga jualnya 500 rb. Sadis banget kan.. untung cuma 20 rb. 

Ongkos import nya gimana ?  Biaya karyawan dll gimana? 

Yaaaa.. pada akhirnya.. siapa yang bisa lebih dulu mendapatkan informasi mengenai barang baru akan merasa di atas angin. 

Gak perlu sombong deh... sekarang bisa dominasi market.. dan merasa udah pinter.. hehe. Roda itu berputar bro... elo gak akan selalu selamanya di atas. 

Gaya dagang orang glodok efektif cuma 1 - 3 putaran doank kok.. selebihnya.. mesti cari lagi winning produk . 

Contoh : 

Import pena yang lagi hits.. 1 container - margin bersih 40 % - barang sold out dalam 2 - 4 minggu. 

Import pena kedua .. 1 container lagi.. margin bersih 40% - barang sold out dalam 1 - 2 bulan. 

Waktu mau masuk container ketiga.. sudah ada pemain gede lain yang berani jual dengan margin 10-20%. Akhirnya apa ? Sakit hati... terpaksa jual modal buat matiin bisnis tetangga. 

Dalam hati berkata.. lumayan.. masih untung 80% dari 2 container awal. 

Kenyataannya.. LUMANYUN 😜😜.. 

Kenyataan di lapangan profit 80% ini.. ketika bayar operational, sewa dll hanya cukup 6 - 12 bulan. Hutang belum terbayarkan mandek, karena harganya udah hancur di pasaran. 

Akhirnya.. cari winning produk lagi.. teken harga ke pabrik lagi.. dan terjadi berulang ulang.. tanpa tahu sampai kapan 😅😅. 

Belajar bersyukur.. bukan dari kata" yang keluar dari mulut tetapi dari diri yang paling dalam.

Makanya sekarang gua sudah gak mau pusing lagi.. kalo emang bukan rezeki.. ya sudah.. cari lagi. 

Karena saya orang indonesia... akan selalu ngomong.. untung saja.. koneksi pabrik saya banyak.. punya skill ini dan itu.. jadinya gak pusing untuk urusan cari sesuap nasi buat di makan. 🤝🤝

Orang yang beneran PUNYA SKILL.. kalo mendadak kehilangan pekerjaan, banyak orang yang mau partner sama dia.

Sumber: Ricky Sen

Koko ceplas ceplos ... bukan cocot maupun motivator. cops fi kit dari pengusahahahhha