Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Politik INTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik INTER. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2026

Membongkar Fakta yang Ditutup Rapat Demi Cap "Islam itu Terrorist"

 

Katanya Islam dan Muslim jadi biang kerok kekerasan, terorisme, dan segala macam kerusuhan dunia. Tapi mari kita buka catatan hitam sejarah dan statistik: siapa sebenarnya yang mencatat rekor kelam?


Negara dengan tingkat pelacuran tertinggi

1. Thailand (Budha)  

2. Denmark (Kristen)  

3. Italia (Kekristianan)  

4. Jerman (Kristen)  

5. Prancis (Kekristianan)  

6. Norwegia (Kristen)  

7. Belgia (Kekristianan)  

8. Spanyol (Kekristianan)  

9. Inggris (Kekristianan)  

10. Finlandia (Kristen)  


Mayoritas Kristen. Jadi, siapa yang sebenarnya jadi “raja prostitusi dunia”? Fakta ini bukan gosip, tapi data yang jarang diangkat. Ironisnya, dunia diam seribu bahasa, seolah-olah pelacuran itu hanya masalah “lokal” dan bukan aib global.


Negara dengan tingkat pencurian tertinggi

1. Denmark dan Finlandia (Kristen)  

2. Zimbabwe (Kekristianan)  

3. Australia (Kekristianan)  

4. Kanada (Kekristianan)  

5. Selandia Baru (Kekristianan)  

6. India (Hinduisme)  

7. Inggris dan Wales (Kristen)  

8. AS (Kekristianan)  

9. Swedia (Kekristianan)  

10. Afrika Selatan (Kekristianan)  


Lagi-lagi dominasi Kristen. Jadi, maling kelas dunia itu siapa? Kalau pencuri kecil di kampung ditangkap, heboh. Tapi pencuri kelas negara? Sunyi. Dunia pura-pura tuli.


Negara dengan tingkat kecanduan alkohol tertinggi

1. Moldavia (Kristen)  

2. Belarus (Kristen)  

3. Lituania (Kristen)  

4. Rusia (Kristen)  

5. Republik Ceko (Kristen)  

6. Ukraina (Kristen)  

7. Andorra (Kristen)  

8. Romania (Kristen)  

9. Serbia (Kristen)  

10. Australia (Kristen)  


Semua Kristen. Jadi, siapa yang mabuk sampai rusak generasi? Alkohol jadi budaya, tapi dampaknya: keluarga hancur, generasi lumpuh, ekonomi bocor. Tapi tetap saja, Muslim yang dituding “tidak beradab”.


Negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi

1. Honduras (Kristen)  

2. Venezuela (Kristen)  

3. Belize (Kristen)  

4. El Salvador (Kristen)  

5. Guatemala (Kristen)  

6. Afrika Selatan (Kekristianan)  

7. Santa Kitts dan Nevis (Kristen)  

8. Bahama (Kristen)  

9. Lesotho (Kristen)  

10. Jamaika (Kristen)  


Mayoritas Kristen. Jadi, siapa yang paling hobi bunuh sesama? Angka pembunuhan ini bukan sekadar statistik, tapi jeritan manusia yang hilang nyawa. Dunia bungkam, tapi kalau ada konflik kecil di negeri Muslim, langsung dicap “barbar”.


Geng paling berbahaya

1. Yakuza (Tanpa agama)  

2. Agberas (Kristen)  

3. Wah Sing (Kristen)  

4. Bos Jamaika (Kristen)  

5. Pertama (Kristen)  

6. Persaudaraan Aryan (Kristen)  


Mayoritas Kristen. Jadi, siapa yang bikin dunia penuh geng kriminal? Mereka punya jaringan, punya senjata, punya bisnis gelap. Tapi tetap saja, label “teroris” dilempar ke Muslim.


Kartel narkoba terbesar

1. Pablo Escobar - Kolombia (Kristen)  

2. Amado Carrillo - Kolombia (Kristen)  

3. Carlos Lehder Rivas (Kristen)  

4. Griselda Blanco - Kolombia (Kristen)  

5. Joaquin Guzman - Meksiko (Kristen)  

6. Rafael Caro Quintero - Meksiko (Kristen)  


Semua Kristen. Jadi, siapa yang jadi “CEO narkoba dunia”? Mereka merusak jutaan anak muda, menghancurkan bangsa, tapi dunia masih sibuk menuding Muslim.


Fakta Sejarah yang Sering Disembunyikan

- Siapa yang memulai Perang Dunia I? Bukan Muslim.  

- Siapa yang memulai Perang Dunia II? Bukan Muslim.  

- Siapa yang menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki? Bukan Muslim.  

- Siapa yang membunuh hampir 20 juta penduduk asli Australia? Bukan Muslim.  

- Siapa yang membunuh hampir 100 juta penduduk asli Amerika di Amerika Selatan? Bukan Muslim.  

- Siapa yang membunuh hampir 50 juta penduduk asli Amerika di Amerika Utara? Bukan Muslim.  

- Siapa yang menculik lebih dari 180 juta orang Afrika, 88% mati di laut? Bukan Muslim.  


Dan inilah ironi paling telanjang:  

Kalau Non-Muslim melakukan teror, pembantaian, atau kejahatan massal, dunia menyebutnya “crime”, kejahatan biasa.  

 Tapi kalau Muslim berjuang mempertahankan diri dari penindasan, langsung dicap “terrorist”.  


Label ini bukan sekadar kata, tapi senjata propaganda. Dunia digiring untuk percaya bahwa terorisme identik dengan Islam, padahal fakta sejarah dan statistik berteriak sebaliknya. Bukankah ini konspirasi yang dirancang rapi, dengan tujuan membungkam suara perlawanan?


Mari berhenti menelan propaganda mentah-mentah. Dunia damai bukan lahir dari stigma, tapi dari keberanian membongkar fakta. Mari bersatu, vokal, dan berjanji: membangun dunia dengan kerukunan, cinta, dan kasih sayang — bukan dengan label palsu dan propaganda murahan.  










Senin, 23 Februari 2026

Kursi Kehormatan berubah Menjadi Kursi Jagal,. Indonesia Terjebak Karena Salah Langkah

 

Putar ulang video itu. Perhatikan bagaimana Trump memberi arahan kepada Prabowo. Lihat mimik, ekspresi, dan gesturnya—ada rasa tidak dianggap setara, seolah duduk di kursi besar tapi tetap diperlakukan sebagai bawahan.  


Di situ, marwah Indonesia seakan runtuh. Derajat bangsa direndahkan, terlebih ketika keinginan Trump dikabulkan begitu saja. Semua permintaan Trump seolah wajib dipenuhi, seakan negara kita sudah digiring penuh ke kandang, tanpa daya menolak. Celakanya, daging impor pun masuk tanpa sertifikat halal. Ini bukan sekadar dagang, melainkan racun yang menggerogoti identitas bangsa, meracuni rakyat dengan produk non-halal, dan menampar marwah yang seharusnya dijaga.  


Inilah yang disebut terjelabak karena salah langkah. Bangsa yang tergesa-gesa mencari pengakuan bisa terjebak dalam ilusi kehormatan. Seperti pekerja yang merasa naik kelas ketika diajak makan malam oleh cukong besar. Ia mengira sudah setara, duduk sejajar dengan para konglomerat. Namun di meja itu, justru ia dipermalukan, disuruh ini-itu, sebagaimana kacung di perusahaan.  

Bangsa yang salah langkah diplomasi akan mudah terjebak dalam jebakan psikologis: bangga karena duduk di meja besar, padahal kursi itu bukan tanda kesetaraan, melainkan tanda bahwa kita adalah santapan utamanya. Kebanggaan semu seringkali lebih berbahaya daripada hinaan terang-terangan. Kursi di jamuan makan malam bisa jadi bukan kehormatan, melainkan jebakan. Sama seperti tikus yang tergoda keju di perangkap: manis di awal, maut di ujung.  


Indonesia harus belajar bahwa diplomasi bukan sekadar foto bersama atau kursi di meja besar. Diplomasi adalah menjaga marwah, memastikan setiap keputusan tidak menggadaikan identitas bangsa. Salah langkah kecil bisa berujung pada terjerumusnya harga diri nasional. Bangsa yang ingin dihormati tidak boleh tergoda oleh simbol semu. Jangan bangga hanya karena mendapat kursi di jamuan makan malam. Jangan terjebak dalam ilusi kesetaraan. Kehormatan sejati bukan datang dari undangan, melainkan dari sikap tegas menjaga marwah bangsa.  

Tinggal kita rakyat untuk hati-hati menempatkan diri. Sehari-hari kita pun telah terbelenggu oleh jeratan premanisme kapitalis. Negara kita seolah kehilangan kedaulatan, diinjak oleh kekuatan modal yang tak mengenal batas. Kedaulatan negara kita terinjak, dan mau tidak mau, kondisi ini menyerupai perangkap raja kartel narkoba di Amerika Selatan. Sekali berada dalam lingkaran kartel, berarti menggadaikan Nyawa: keluar pun sulit, ujungnya terancam mati. Bahkan jika sempat keluar tanpa izin, kita akan jadi buruan, siap dieksekusi dengan mutilasi—harga diri dikoyak, ruang hidup dipersempit, dan kedaulatan bangsa dipatahkan.  


Apa yang kita saksikan adalah buah dari diplomasi yang gagal. Diplomasi yang seharusnya menjadi seni menjaga marwah bangsa justru berubah menjadi seni menggadaikan kepentingan. Skill diplomasi yang lemah membuat bangsa mudah dipermainkan, ditekan, dan akhirnya kehilangan posisi tawar. Diplomasi yang gagal bukan hanya soal perjanjian dagang atau kursi di meja besar, melainkan soal mentalitas bangsa yang rela tunduk demi pengakuan semu. Ketika diplomasi dijalankan tanpa ketegasan, hasilnya bukan kehormatan, melainkan keterjebakan. Bangsa yang lemah dalam diplomasi akan selalu menjadi objek, bukan subjek. Ia akan diperlakukan sebagai pelayan, bukan mitra. Ia akan terus terjerat dalam lingkaran kapitalisme global, seperti buruan yang tak pernah bebas dari ancaman mutilasi politik dan ekonomi. Diplomasi yang lemah pada hakikatnya adalah diplomasi yang salah menempatkan kepentingan. Apa yang seharusnya menjadi garis merah kedaulatan bangsa justru diperlakukan sebagai komoditas tawar-menawar. Apa yang seharusnya dijaga sebagai marwah justru diletakkan di bawah meja, diperlakukan sebagai barang dagangan. Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya adalah akar dari kegagalan diplomasi. Ketika kepentingan rakyat ditempatkan di bawah kepentingan asing, ketika kedaulatan negara ditukar dengan pengakuan semu, maka diplomasi berubah menjadi alat penjeratan. Bangsa kehilangan arah, rakyat kehilangan pegangan, dan negara kehilangan martabat.  


Oleh:  

Adv. Yan Salam Wahab, S.HI., M.Pd.







?

Kamis, 19 Februari 2026

YANG KUAT TIDAK AKAN MUNGKIN TUNDUK PADA ATURAN PIHAK YANG LEMAH

 
Bayangkan Anda mengajak berbisnis seorang preman yang jauh lebih kuat dari Anda. Tanpa perlu berbisnis pun, ia sudah bisa memalak Anda dengan otot dan pengaruh yang dimilikinya. Begitulah posisi kita di hadapan Amerika Serikat. Kita kira dengan menuruti semua kemauan Trump, tarif akan dihapus. Nyatanya? Produk kita tetap kena 19 persen, sementara barang-barang mereka masuk gratis.  

Uang pada dasarnya hanyalah kertas yang diberi angka. Bedanya, bangsa penguasa bisa meyakinkan dunia bahwa kertas mereka lebih berharga daripada kertas kita. Kertas mereka bisa berlaku di mana saja, sementara kertas kita dianggap mainan anak-anak. Inilah bentuk kekuasaan yang paling telanjang: bukan karena mereka lebih pintar, tapi karena mereka lebih kuat memposisikan diri agar aman, sementara kita rela menandatangani kontrak penyanderaan secara sukarela.  

Amerika tidak menghasilkan apa-apa selain kemampuan menekan dan merampok dari pihak lain. Mereka hidup dari mengatur aturan main seenaknya, memanfaatkan kelemahan mitra dagang, dan menjadikan negara lain sebagai ladang keuntungan. Indonesia pun kena getahnya. Dan bodohnya, kita justru merasa sudah “menang” padahal jelas-jelas dirugikan. Kita membuka pintu selebar-lebarnya, mereka bebas masuk tanpa bayar, sementara kita masuk ke negara mereka harus bayar mahal. Itu adalah murni kena palak.  
Lebih ironis lagi, sikap kita terhadap Palestina. Di panggung internasional, kita berteriak lantang membela Palestina, bahkan siap kirim pasukan. Tapi di balik layar, arah kebijakan mulai goyah: ada wacana pengakuan Israel dengan syarat tertentu. Artinya, kita bukan hanya terlihat bodoh di hadapan Amerika, tapi juga mengkhianati komitmen moral yang selama ini kita banggakan.  

Bangsa yang kuat tidak akan tunduk pada yang lemah. Mereka tahu cara memposisikan diri agar aman. Maka, kalau kita benar-benar ingin disebut kuat, jangan hanya berani di kata-kata. Jangan sampai harga diri bangsa ditukar dengan kertas berangka yang semu, akses pasar palsu, atau kompromi politik yang melemahkan solidaritas kita.  

Tarif 19 persen, uang yang hanya kertas berangka, sikap bodoh di hadapan Amerika, dan pengkhianatan terhadap Palestina sama-sama ujian diplomasi. Pertanyaannya sederhana: mau terus jadi korban dipalak murni, terlihat bodoh, sekaligus mengkhianati komitmen moral, atau berdiri tegak sebagai bangsa berdaulat? Jawabannya ada pada keberanian kita sendiri. Yang kuat tidak akan mungkin tunduk pada  aturan pihak yang lemah.  










Minggu, 24 Juli 2022

Matery After Married Phobia

 



Ini Adalah serangkaian Daftar anggaran bulanan, bagi yang ingin dan baru menikah. Asumsi disusun berdasarkan skala proritas, sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah) 

1. Makan Dengan asumsi sekali makan adalah 15.000.-

Maka makan 3x sehari,kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran ajah), kali 30 hari adalah Rp2.700.000 

Tips 

Rajin2 ke kondangan atau sunatan, dan bawa pulang nasi nya, pasti lebih ngirit 

2.Kontrakan 

Dengan asumsi masih ngekos di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kos/kontrakan sekitar 300.000/bulan 

Tips

Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk 'makan ati'

3. Listrik dan Air

Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah 200.000/bulan

Tips

Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela). Jangan suka main Pake komputer, lap top, HP  dan.lainnya yg ngambil daya PLN, cukup main monopoli, atau cerita² aja ama istri terasa lebih romantis

4. Transportasi

Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit, rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah 300.000/bulan

Tips

Gunakanlah minyak campur! (maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit) 

Atau ikutlah "Nebeng Fans Club", dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kerja akan terasa lebih menyenangkan 

5. Komunikasi /net

Dengan asumsi paket nelpon dan net maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah 200.000 Tips Pakelah 'FREN' yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau mau ngenet tinggal bilang "Freeen...minjam HP dan hotspotnya nya dong freen...") 

6. Keperluan sehari2 Seperti sabun,odol,shampoo, dil dsb. 

Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, dan mendengkur, maka alokasi dana untuk ini sebesar 150.000 

Tips: 

Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali. ... Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata 

7. Kesehatan 

Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar 150.000 

Tips Jaga kesehatan 

Jangan begadang...kalo tiada artinya...begadang bole saja...asalkan sambil ronda (halah!!) 

8.Entertaiment 

Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nontin liat live music, lari pagi di lapangan, atau makan martabak sekali2

Jadii...

Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah

sebesar :

4.000.000/bulan

(...gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen² ketika pengen nikah,

untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada.

Kalopun masih 'besar pasak daripada tiang'

Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang...ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!