Sports

.

Minggu, 01 Maret 2026

Pengkhianat Sepanjang Zaman: Dari Kitab ke Politik Global oleh Jiwa Zionis Israel

 

Pengkhianatan itu penyakit yg sudah lama, tapi tetap segar dipakai. Al-Qur’an sudah lama membongkar sifat sebagian Bani Israil: janji diingkari, kitab dipelintir, nabi dibunuh, hati membatu. Laknat Allah turun bukan karena darah atau suku, tapi karena watak busuk yang menjadikan pengkhianatan sebagai tradisi. Sejarah ini bukan dongeng, tapi alarm keras yang terus berbunyi sampai hari ini.  


Dulu kitab suci dijadikan mainan, ayat dipelintir demi kepentingan duniawi. Sekarang fakta diputarbalikkan lewat media, propaganda, dan politik internasional. Dulu nabi ditolak bahkan dibunuh, sekarang aktivis dibungkam, jurnalis dikriminalisasi, suara rakyat dipatahkan. Dulu janji dengan Allah diingkari, sekarang perjanjian damai ditandatangani lalu dilanggar tanpa rasa malu. Pengkhianatan berganti kostum: dari kitab ke konferensi pers, dari pedang ke senjata diplomasi, dari dusta di mimbar ke dusta di media sosial.  


Dan satu hal yang harus jadi peringatan keras bagi umat: jangan sekali-sekali bikin janji dengan Yahudi atau orang yang berjiwa Yahudi. Sejarah sudah membuktikan, janji mereka hanya manis di bibir, busuk di ujung. Siapa pun yang percaya, pasti akan kecewa. Janji mereka bukan untuk ditepati, tapi untuk dipermainkan. Laknat bukan sekadar kata, tapi peringatan abadi bahwa pengkhianatan tidak pernah membawa berkah.  


Realitas sekarang pun membuktikan: Israel dan sekutunya tampil gagah di panggung dunia, bergabung dalam aliansi militer, ekonomi, dan diplomasi. Mereka tidak tampak hina secara duniawi—justru kuat, berpengaruh, dan sering menang dalam percaturan global. Tapi kekuatan duniawi itu tidak menghapus laknat spiritual. Di sisi Allah, pengkhianatan tetap tercatat, dusta tetap dihitung, dan kezaliman tetap menunggu balasan. Dunia boleh bertepuk tangan, tapi langit mencatat dosa.  


Lihatlah panggung dunia: gencatan senjata jadi sandiwara, perdamaian hanya headline. Politik lokal penuh janji manis, tapi rakyat hanya dapat debu jalan rusak. Proyek besar diumumkan megah, tapi hasilnya tinggal papan nama. Sejarah pengkhianatan ternyata bukan cerita lama, tapi serial drama yang tayang ulang setiap hari.  


Pengkhianatan adalah penyakit lintas zaman. Dari Bani Israil hingga politik modern, pola tetap sama: janji palsu, fakta dipelintir, kebenaran dibungkam. Laknat Allah adalah alarm keras: siapa pun yang menjadikan pengkhianatan sebagai tradisi, meski tampak berjaya di dunia, pada akhirnya akan kehilangan keberkahan dan menuai murka di akhirat.  







Tidak ada komentar:
Write komentar