Sports

.
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Showbiz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup Showbiz. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2026

Bahaya Pinjol: Gagal Bayar, Hidup Bisa Berantakan

 

Pinjol itu manis di awal. Butuh uang cepat, tinggal klik, langsung cair. Tapi di balik manisnya, ada racun yang bisa bikin hidup berantakan. Mantan debt collector pernah cerita di podcast, bagaimana orang yang gagal bayar jadi benar-benar “telanjang” di hadapan pinjol.  


Begitu kita setuju syarat aplikasi, IMEI handphone, nomor telepon, dan email otomatis tercatat. Ada alat canggih bernama cyber tool yang bisa membuka isi ponsel: galeri, riwayat panggilan, bahkan lokasi. Sekali gagal bayar, foto pribadi bisa dijadikan senjata. Mereka bisa kirim ke teman, keluarga, atau siapa saja. Ancaman bukan lagi sekadar tagihan, tapi tekanan psikologis yang bikin hidup kacau.  


Padahal jelas, Undang-Undang ITE Pasal 30 melarang akses dokumen elektronik tanpa izin. Ancaman pidananya enam tahun penjara. Artinya, praktik membuka isi ponsel peminjam itu melanggar hukum. Tapi kenyataannya, banyak korban memilih diam karena takut dan malu.  


Intinya sederhana: kalau mau pinjam, pastikan sanggup bayar. Jangan tergoda klik instan tanpa hitung risiko. Kalau terpaksa, pilih jalur resmi yang diawasi OJK. Jangan sembarangan kasih izin aplikasi. Dan kalau ada ancaman, laporkan. Jangan biarkan privasi kita jadi alat mainan.  


Pinjol bukan sekadar soal bunga. Ia bisa merampas martabat. Jangan biarkan satu klik sembrono mengendalikan hidup kita.  


Oleh : 

Adv. Yan Salam Wahab, SHI, M.Pd

Advokat/Pengacara, konsultan Hukum, Aktivis Kemasyarakatan Pengamat Lingkungan, Sosial, Pendidikan dan Hukum








Minggu, 28 Desember 2025

Terimalah Dirimu, Karena Kamu Memang Tidak Akan Diterima di Lingkaran Orang Kaya

 

Jangan terlalu capek, karena kamu tidak akan pernah diterima di lingkaran Mereka. 

Jas yang kamu beli mungkin setara tiga bulan gaji. Sepatu kulit yang kamu poles setiap minggu, jam tangan yang kamu cicil bertahun-tahun, atau kopi mahal yang kamu pesan di kafe elit—semua itu kamu lakukan supaya bisa “masuk” ke lingkaran mereka, supaya terlihat setara dengan pria-pria kaya. Namun kenyataan pahit berkata: kamu tidak akan pernah diterima sebagai bagian dari mereka.  


Pierre Bourdieu, sosiolog Prancis, menjelaskan konsep habitus. Habitus adalah kebiasaan, selera, dan cara hidup yang tertanam sejak kecil. Ia bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam semalam, apalagi dibeli di pusat perbelanjaan. Struktur kelas sosial jauh lebih dalam daripada sekadar merek jas atau jam tangan yang menempel di tubuhmu.  


Ingat masa kecil kita. Untuk membeli mainan, kita harus menabung recehan demi recehan, bahkan rela menahan lapar di jam istirahat sekolah. Sementara itu, anak-anak dari keluarga kaya tidak perlu menabung. Saat liburan tiba, orang tua mereka membawa mereka berwisata ke Eropa, melihat Louvre di Paris, atau menonton opera di Wina.  


Perbedaan pengalaman ini membentuk habitus yang berbeda. Bagi mereka, kemewahan dan budaya tinggi adalah hal biasa, bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi kita, kemewahan adalah hadiah langka yang harus diperjuangkan dengan susah payah.  


Ketika kita mengenakan jas mahal, yang terpancar adalah kesan “pura-pura”. Sebaliknya, mereka memancarkan kesan “alami” dan “mudah”. Justru usaha kita untuk terlihat elegan menjadi tanda paling jelas bahwa kita bukan bagian dari mereka.  


Menjadi elit bukan hanya soal uang. Bourdieu menegaskan bahwa kelas atas mempertahankan status melalui modal budaya: pengetahuan, selera, cara berbicara, hingga cara makan.  


Orang yang ingin terlihat kaya biasanya membeli barang dengan logo besar agar semua orang tahu harganya. Sebaliknya, orang yang lahir dari keluarga kaya (old money) justru menghindari logo. Mereka memilih quiet luxury—pakaian polos yang harganya jauh lebih mahal, namun hanya mereka dan lingkaran mereka yang tahu kualitasnya.  


Ada jurang psikologis yang sulit dijembatani. Kita mengenakan jas dengan rasa cemas: “Apakah gaji bulan depan cukup?” atau “Jangan sampai sepatu ini tergores.” Orang kaya tidak memiliki kecemasan itu. Jika rusak, mereka membeli lagi. Ketidakpedulian (nonchalance) adalah kemewahan tertinggi—dan itu tidak bisa dicicil.  


Kita minum kopi mahal supaya terlihat keren di Instagram story. Mereka minum kopi sejak kecil di rumah dengan biji pilihan yang sudah jadi tradisi keluarga. Kita sibuk belajar gaya hidup, mereka sudah lahir dengan gaya hidup itu.  


Bourdieu menyebut fenomena ini sebagai “pretensi kelas menengah”. Semakin keras kita meniru, semakin cepat mereka mengubah aturan. Begitu kita mampu bergaya dengan jas bermerek, mereka menyebutnya norak dan beralih ke merek lain yang lebih eksklusif. Kita terus berlari di treadmill yang tak berujung, kelelahan dan bangkrut, hanya untuk ditertawakan diam-diam oleh mereka.  


Menyakitkan memang, menyadari bahwa pintu menuju kelas atas tertutup rapat. Namun ada kebebasan dalam kesadaran ini. Berhentilah memuja ke atas. Validasi dari mereka hanyalah racun yang membuat kita lupa siapa diri kita sebenarnya.  


Alih-alih mencicil gaya hidup, lebih baik berinvestasi pada pengetahuan. Buku dan ilmu adalah modal yang tidak bisa dimonopoli oleh orang kaya. Jika mereka punya foto perjalanan ke Eropa, kita bisa punya perpustakaan. Karisma sejati lahir dari isi kepala, bukan dari logo di pakaian.  


Daripada bercita-cita menjadi mereka, lebih baik menuntut mereka. Jangan ingin masuk ke benteng mereka untuk ikut pesta pora. Cita-citakanlah meruntuhkan benteng itu agar sumber daya dibagi lebih adil. Gunakan pengetahuan untuk membela yang tertindas, dan jadilah ancaman bagi keserakahan mereka.  


Belajar sejarah bukan sekadar menghafal tanggal. Sejarah mengajarkan mengapa dunia ini tidak adil. Kekayaan mereka sering dibangun di atas penderitaan orang-orang seperti kita. Kesadaran kelas membuat kita paham bahwa kemiskinan bukan kegagalan pribadi, melainkan hasil dari sistem yang menguntungkan segelintir orang.  


Kawan, menjadi cerdas, sadar, dan berani adalah bentuk kemewahan sejati. Biarkan mereka sibuk dengan pesta pora dan barang mewahnya. Kita punya tugas yang lebih mulia: menciptakan dunia di mana martabat manusia tidak diukur dari jas, sepatu, atau jam tangan.  

Kawan, kita punya tugas untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.  






Attensi dari...  neohistorian!  


Rabu, 03 Desember 2025

Epik Kosmik Dua Belas Zodiak: Simbol, Ciri, Kelebihan & Kelemahan

 


 Zodiak bukan sekadar ramalan, melainkan hasil penelitian para ahli masa lalu—dari tradisi Bangsa Mesir, Yahudi, Romawi.hingga Yunani—yang berusaha menghubungkan langit dengan psikologi serta karakter manusia. Penggalian terhadap zodiak bahkan menjadi salah satu kekuatan bangsa Mesir, Yahudi, Romawi, dan Yunani dalam berperang serta menyusun strategi mengalahkan lawan yang tertera  pada Piramida, kuil-kuil.dan peninggalan era kuno. 

Dengan mengetahui zodiaknya, mereka membaca kelemahan dan kekuatan musuh, lalu menggunakannya sebagai senjata diplomasi dan lobi. Pada masa kekaisaran, khusus bangsa Yahudi dikenal memanfaatkan pengetahuan zodiak dalam lobi ekonomi dan perdagangan, sehingga mampu menguasai jalur-jalur penting dunia. Secara ilmiah, zodiak dipandang sebagai sistem simbolik yang menghubungkan pergerakan benda langit dengan pola psikologi manusia, menjadi dasar awal bagi kajian karakter, strategi sosial, dan bahkan ilmu politik kuno. Inilah gambaran ringkas dari masing-masing Zodiak,


♒ Aquarius (20 Jan – 18 Feb)

Air mengalir dari hulu ke hilir, tak pernah berbalik arah.  

Apa yang pertama kali dikatakan dan direncanakan, itulah yang akan dilakukannya.  

Meski tampak tidak konsisten, justru inilah zodiak paling konsisten di balik layar.  

Aquarius adalah pemberi dan pengendali air, unsur yang menjadi kebutuhan semua makhluk hidup dan semua zodiak.  

Tidak ada lawan bagi Aquarius dalam membentuk wadah, ikatan, organisasi, bahkan negara.  

Ia mampu melebur semua dalam satu wadah—ide, orang, bahkan bangsa.  


- Kelebihan: inovatif, visioner, organisator ulung, humanis.  

- Kelemahan: keras kepala, dingin, sulit ditebak.  

✨ Sifat nyata: suka kebebasan, berpikir jauh ke depan, peduli isu sosial, konsisten dalam prinsip.  


---


♓ Pisces (19 Feb – 20 Mar)

Ikan berenang berlawanan arah, seolah tak pernah sepakat.  

Air adalah rumahnya, dan ia tak bisa hidup tanpa Aquarius.  

Pisces hidup di dalam air, tapi sering lupa bahwa ia hidup di dalam air—seolah air tak ada baginya, tanpa menyadari bahwa bila ia lepas dari air, ia akan mati.  


- Kelebihan: penuh kasih, imajinatif, spiritual, empati tinggi.  

- Kelemahan: mudah hanyut, melarikan diri dari kenyataan, kurang praktis.  

✨ Sifat nyata: romantis, penuh intuisi, suka seni, kadang terlalu melankolis.  


---


♈ Aries (21 Mar – 19 Apr)

Sedikit cuek, tapi bila ditantang, ia domba pemarah yang bisa menyeruduk.  

Api pertama yang menyala, berani membuka jalan bagi zodiak lain.  

Tanpa air, api Aries membakar dirinya sendiri.  

Aries adalah domba ambisius, bahkan ia sangat serius bila menginginkan sesuatu. Ia suka tantangan sebagaimana Taurus, dan tidak pernah mundur bila ada rintangan di depannya. Energinya meluap, tanduknya siap menyeruduk siapa saja yang menghalangi jalannya.  


- Kelebihan: berani, penuh energi, pemimpin alami, kompetitif, ambisius.  

- Kelemahan: impulsif, mudah marah, egois, keras kepala.  

✨ Sifat nyata: penuh semangat, suka tantangan, cepat bertindak.  


---


♉ Taurus (20 Apr – 20 Mei)

Banteng kokoh di padang hijau, tak tergoyahkan.  

Taurus adalah pengendali tanah, pijakan bagi Capricorn dan Virgo.  

Tanahnya hanya subur bila disiram air.  

Ia adalah benteng yang kuat, sekali-sekali bisa marah tanpa banyak pikir. Rumput yang diinjak akan hancur, dan dengan kekuatan apapun ia berani melawan serta menyeruduk dengan tanduknya yang tajam.  


- Kelebihan: sabar, setia, stabil, pekerja keras, cinta kenyamanan.  

- Kelemahan: keras kepala, posesif, enggan berubah, materialistis.  

✨ Sifat nyata: praktis, suka keindahan, cinta keamanan.  


---


♊ Gemini (21 Mei – 20 Jun)

Gemini tidak bisa berdiri pada satu kaki—selalu ada dua atau lebih.  

Gemini bisa beruntung selama ia mampu menyembunyikan rahasia posisinya.  

Ia suka melihat air karena hanya di permukaan air ia bisa bercermin dan melihat kedua wajahnya sekaligus.  

Gemini tidak bisa jauh lepas dari air, karena kebutuhan berkaca pada airlah ia bisa selamat. Dari pantulan air itulah ia tetap waspada dan mampu menyembunyikan rahasia. Hanya cermin air yang bisa memperlihatkan kedua sisi wajahnya langsung.  


- Kelebihan: komunikatif, cerdas, fleksibel, penuh ide, hoki.  

- Kelemahan: mudah gelisah, tidak konsisten, manipulatif.  

✨ Sifat nyata: ramah, cepat belajar, suka variasi.  


---


♋ Cancer (21 Jun – 22 Jul)

Kepiting seolah ingin membenci air, tapi ia sama sekali tidak bisa hidup jauh darinya.  

Berjalan menyamping, keras di luar, lembut di dalam.  

Sekali menjepit, bisa meninggalkan bekas lama.  


- Kelebihan: intuitif, penuh kasih, setia.  

- Kelemahan: sensitif berlebihan, mood swing, bergantung.  

✨ Sifat nyata: penuh perasaan, suka melindungi.  


---


♌ Leo (23 Jul – 22 Agu)

Singa bangsa kucing bukan hanya gelisah pada air, tapi memang kucing dapat ditakuti dengan air bahkan takut padanya.  

Leo ingin menjadi raja, tapi terlalu bergantung pada yang lain dan hanya ia sendiri yang mau tampil.  

Leo selalu ingin berada di atas bak raja, tidak suka posisinya rendah. Keinginan untuk terus meninggi itulah yang menjadi celah kelemahannya, yang bisa dimanfaatkan orang lain bila tidak disadari.  


- Kelebihan: percaya diri, kreatif, karismatik, pemimpin alami.  

- Kelemahan: ego besar, haus perhatian, ambisi berlebihan.  

✨ Sifat nyata: penuh pesona, suka sorotan, kadang terlalu dramatis.  


---


♍ Virgo (23 Agu – 22 Sep)

Sang perawan teliti, merajut detail demi kesempurnaan, namun kadang kasar dalam kritiknya.  

Virgo adalah pengendali detail, memberi struktur pada Taurus dan menyeimbangkan Gemini.  

Tanah yang ia rawat hanya hidup bila disiram air.  

Si perawan ini bisa sangat egois dan kasar, namun tetap konsisten dan loyal pada yang disukainya, selama sesuai dengan seleranya.  


- Kelebihan: analitis, perfeksionis, praktis, loyal.  

- Kelemahan: terlalu kritis, cemas, sulit puas, egois.  

✨ Sifat nyata: suka keteraturan, sering menjadi “penyembuh” sosial.  


---


♎ Libra (23 Sep – 22 Okt)

Timbangan mencari keseimbangan, menimbang cinta dan logika.  

Libra adalah pengendali harmoni, menenangkan panas Aries dan racun Scorpio.  

Timbangan akan pas bila diisi dengan air, maka timbangan tidak bisa tanpa air. Jangan heran, unsur timbangan memang ada air sebagai penetapan.  


- Kelebihan: diplomatis, adil, ramah, hoki.  

- Kelemahan: mudah ragu, plin‑plan. Mudah terpengaruh pada yang lebih berat 

✨ Sifat nyata: cinta damai, suka keindahan.  


---


♏ Scorpio (23 Okt – 21 Nov)

Scorpio adalah pengendali racun, intens dan penuh misteri.  

Namun bila tidak hati‑hati, ia bisa menusuk dari belakang secara diam‑diam.  

Sekali merasa dikhianati, sengatannya bisa mematikan.  

Scorpio menyimpan kekuatan tersembunyi yang bisa menjadi pelindung sekaligus ancaman. Ia mampu mengendalikan racun, tapi juga bisa menggunakannya untuk melukai bila tidak terkendali.  


- Kelebihan: intens, penuh tekad, loyal.  

- Kelemahan: cemburu, manipulatif, pendendam.  

✨ Sifat nyata: penuh gairah, misterius, kadang ekstrem.  


---


♐ Sagittarius (22 Nov – 21 Des)

Pemanah berbadan kuda, zodiak berenergi yang terbuka.  

Setiap tembakannya langsung mengena.  

Namun ia tidak bisa menghadapi orang yang tidak transparan dan tidak terbuka—kejujuran adalah panahnya.  

Panah Sagittarius terlalu terbuka, kadang kebablasan bila tidak diingatkan. Ia menembak lurus, tapi sering melupakan batasan sehingga bisa melukai tanpa sengaja.  


- Kelebihan: optimis, jujur, petualang.  

- Kelemahan: tidak sabar, sulit berkomitmen, blak-blakan.  

✨ Sifat nyata: suka berpetualang, terbuka, kadang terlalu jujur berlebihan


Sumber : Horoskop







Kamis, 05 Juni 2025

Berjuang untuk Diri Sendiri: Kisah di Tengah Hujan

 

Hujan turun deras saat mobil itu mogok di tengah jalan. Lampu kota yang remang-remang memantulkan genangan air di aspal, sementara pemilik mobil duduk di dalam, berharap seseorang akan datang dan membantunya.  


Ia melihat beberapa orang lewat, tetapi tidak ada satu pun yang berhenti. Ia mengetuk-ngetuk stir, merasa putus asa. "Mengapa tidak ada yang mau membantu?" pikirnya.  


Beberapa menit berlalu, hujan semakin deras. Akhirnya, dengan penuh keberanian, ia membuka pintu mobil, keluar ke tengah hujan, dan mulai mendorong kendaraannya sendiri. Bajunya basah kuyup, sepatu penuh lumpur, tetapi ia tetap berusaha.  


Tiba-tiba, dari kejauhan, seorang pria melihat perjuangannya. Tanpa diminta, pria itu berlari mendekat dan ikut mendorong. Tak lama, beberapa orang lain juga ikut membantu. Dalam sekejap, mobil yang tadi terjebak mulai bergerak perlahan.  


Kisah ini bukan hanya tentang mobil yang mogok, tetapi tentang keberanian untuk berjuang bagi diri sendiri. Jika kita hanya menunggu bantuan tanpa berusaha, orang lain pun enggan turun tangan membantu. Namun, ketika kita menunjukkan tekad, tanpa perlu meminta, dunia akan memberi respon.  


Dalam hidup, Jika ingin perubahan, mulai dari diri sendiri—baru orang lain akan datang membantu.  




Senin, 24 Februari 2025

SENI DALAM BERSEDEKAH

 


Beberapa bapak² tua dengan gamis lusuhnya datang ke sebuah Rumah sekaligus sebagai gudang barang...., dari bajunya terlihat bapak² itu adalah pengurus rumah ibadah dari sebuah desa yg jauh terpencil.... 


Selama ini, Para pengunjung yg datang ke rumah plus sebagai gudang barang tersebut biasanya mayoritas adalah orang² berada alias pegawai, bos² CV/PT minimal Kepala Desa. Makanya Mereka rata-rata melihat dengan pandangan aneh kepada bapak² tersebut, tapi tidak dengan sang pemilik gudang...

“Mau cari apa pak?" tanya tuan rumah dengan ramah....

“Anu,,, kami mau beli Lampu enam buah untuk 3 buah mushalla di tempat kami....Tapi... .” Jawab nya ragu “Tapi kenapa pak?” 

“kami hanya punya uang 5 juta, apa cukup untuk membeli 6 unit? ... Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk menerangi orang yg mau ke mushalla karena daerah kami belum ada Listrik,” ucap bapak² tsb... 

“Oh tentu cukup pak, saya punya lampu bagus lampu asli SNI tahan lama, harga nya Cuma 1 juta aja. Kalau bapak membeli 5 saya kasi bonus 1 lampu lagi juga komplit dg tiang," Jawab sang pemilik gudang, 

Lega, wajah bapak² itu bersinar cerah, mereka menyodorkan uang 5 juta lalu membawa lampu² yang di belinya pulang ....


Seorang teman pemilik gudang seorang kepala Desa sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada (saya) pemilik gudang : 


“Apa Tidak salah? Tadi Kau bilang lampu itu yang  bagus yg Asli SNI itu, termasuk yg mahal yang ada di gudang mu ini, kemarin kau jual kepadaku seharga 5 juta per buah, sekarang kau jual kepada bapak² itu hanya dg harga 1 juta saja, di kasih pula bonus, kenapa mahal jual ke kami semetara ke mereka murah???" Protes nya heran.

“ Benar, memang harga lampu itu benar² 5 juta per satu unitnya... dan aku menjual nya seharga 5 juta itu padamu tidak kurang dan tidak lebih,... tetapi kemarin ku jual harga sesuai pasaran karena aku berdagang dengan manusia yakni kamu.... sedangkan hari ini,  aku sedang berdagang dengan Allah, Swt,  maka ku lepas dg harga seikhlasnya” 


Ucap sang pemilik gudang dengan tenang....

(Di angkat dari kisah nyata)

Senin, 20 Januari 2025

Ilmu Karakter : Menilai Orang Lihat Emosinya

 


 Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki kecerdasan emosional.


Mereka tidak akan pernah memahami Anda, mereka akan mempersonalisasi segalanya dan Anda tidak akan pernah terlihat atau terdengar.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak bisa mengatur emosinya, Anda akan selalu berada dalam kendali amarah dan bad mood mereka.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri, mereka tidak tahu bagaimana perilakunya memengaruhi orang di sekitarnya, jadi hanya masalah waktu sebelum Anda terluka.


Berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki empati, mereka tidak akan pernah melihat atau peduli dengan perasaan Anda.

Jika tidak ada yang pernah memberitahumu, aku akan memberitahumu sekarang.


Carilah orang-orang dalam hidup Anda yang memiliki kecerdasan emosional, kesadaran diri, empati, dan kemampuan untuk mengatur emosi mereka, jika tidak, Anda akan bergantung pada disfungsi mereka dan membayar harga atas kesalahan mereka.

Ketidakdewasaan dan kurangnya pertumbuhan.